Diguyur Hujan Semalaman, Sungai Dawas Meluap! Dua Desa di Keluang Terendam, 80 KK Terdampak

oleh -84 Dilihat
oleh
Curah hujan tinggi memicu luapan Sungai Dawas yang merendam dua desa di Kecamatan Keluang, Muba. BPBD tetapkan status siaga hidrometeorologi, Senin (15/12/2025). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Keluang sejak Minggu hingga Senin dini hari menyebabkan Sungai Dawas meluap.

° Akibatnya, dua desa di Musi Banyuasin terendam banjir dengan ketinggian air hingga 30 sentimeter dan berdampak pada 80 kepala keluarga.


MUBA, LINTANGPOS.com – Hujan deras yang turun tanpa henti sejak Minggu (14/12/2025) hingga Senin (15/12/2025) dini hari membawa dampak serius bagi warga Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Debit air Sungai Dawas meningkat drastis hingga meluap dan merendam permukiman di dua desa, yakni Desa Tanjung Dalam dan Desa Dawas.

Banjir terjadi pada Senin pagi, dipicu oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama.

Akibat luapan sungai tersebut, sekitar 80 kepala keluarga (KK) terdampak genangan air yang merendam badan jalan desa dan lingkungan sekitar permukiman warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, Marko Susanto, menjelaskan bahwa banjir merupakan dampak langsung dari hujan berkepanjangan yang menyebabkan kapasitas Sungai Dawas tidak mampu menampung debit air.

“Hujan deras berlangsung sejak Minggu hingga dini hari, sehingga debit Sungai Dawas meningkat dan meluap ke permukiman warga. Akibatnya, 80 kepala keluarga terdampak banjir di dua desa tersebut,” ujar Marko.

BACA JUGA: Hujan 3 Hari Berturut-turut di Sumsel, BMKG Ingatkan Warga Siaga Banjir dan Petir

Ia merinci, ketinggian muka air di Desa Tanjung Dalam mencapai sekitar 30 sentimeter di atas badan jalan desa.

Sementara itu, di Desa Dawas, genangan air berada di kisaran 10 sentimeter.

Meski demikian, banjir tersebut belum mengganggu aktivitas warga secara signifikan.

Hal ini disebabkan mayoritas rumah warga di dua desa tersebut merupakan rumah panggung, sehingga air tidak masuk ke dalam rumah.

“Banjir memang merendam badan jalan desa, tetapi aktivitas warga masih berjalan normal karena rumah-rumah berbentuk panggung,” ungkapnya.

Saat ini, BPBD Muba melalui Tim Posko Keluang terus melakukan pemantauan intensif di lapangan dan secara berkala memperbarui informasi terkait kondisi banjir.

BACA JUGA: Hujan Tak Kenal Ampun! Enam Daerah di Sumsel Resmi Siaga Banjir-Longsor, Warga Diminta Waspada Maksimal

Masyarakat pun diminta untuk tetap waspada, mengingat potensi curah hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.

BPBD Muba juga menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlaku hingga 31 Mei 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan.

“Kami mengimbau warga agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama pada malam hari,” tutup Marko. (*/red)

 

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search