DPRD Empat Lawang Soroti Efisiensi dan Prioritas Anggaran

oleh -237 Dilihat
Rapat paripurna DPRD Empat Lawang dalam agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Nota Keuangan dan Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (21/9/2026). Foto: doc. LINTANGPOS.com

Demokrat meminta Badan Anggaran DPRD Empat Lawang mencermati dan meneliti seluruh materi Raperda dalam pembahasan berikutnya.

Penggunaan anggaran diminta mengutamakan skala prioritas, kepatutan dan kewajaran.

“Penyusunan APBD juga harus mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat serta rencana pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang,” tegasnya.

BACA JUGA: Banggar Pangkas Proyeksi APBD Empat Lawang 2027

Fraksi Partai Golkar melalui juru bicara Windra Sapri menyatakan menerima dan menyetujui Nota Keuangan serta Raperda Perubahan APBD 2026.

“Golkar menyetujui Raperda tersebut dilanjutkan ke pembahasan berikutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Sapri.

Pandangan fraksi-fraksi DPRD tersebut disampaikan setelah Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad memaparkan Nota Keuangan dan Raperda Perubahan APBD 2026 pada rapat paripurna sebelumnya.

Sementara itu, Fraksi Kebangkitan Keadilan Indonesia Raya melalui juru bicara Fiksi Juwita juga menyatakan persetujuan terhadap Raperda Perubahan APBD 2026 untuk dibahas lebih lanjut.

BACA JUGA: Golkar Usul Paripurna Pertanggungjawaban APBD Tak Lagi Digelar

Fraksi tersebut menekankan pentingnya transparansi dan ketepatan sasaran dalam penyusunan APBD Perubahan.

“Perubahan APBD 2026 diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan responsif sekaligus berdampak terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” urainya.

Defisit Rp267,37 Miliar

Dalam rancangan Perubahan APBD 2026, Bupati Joncik Muhammad sebelumnya menyampaikan target pendapatan daerah sebesar Rp1,058 triliun.

Sementara itu, belanja daerah dirancang mencapai Rp1,325 triliun. Dengan demikian, terdapat selisih antara pendapatan dan belanja sebesar Rp267,378 miliar.

BACA JUGA: Paripurna DPRD Empat Lawang Terpaksa Diskor, Kehadiran Anggota Masih Minim!

Defisit tersebut dirancang ditutup melalui penerimaan pembiayaan daerah dengan nilai yang sama.

Setelah pandangan umum fraksi disampaikan, pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 akan berlanjut antara DPRD dan pemerintah daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.