Dua Kematian Beruntun di Kepahiang, Polisi Pastikan Bukan Kriminal

oleh -36 Dilihat
oleh
Dua warga ditemukan tewas gantung diri di Kepahiang dalam waktu berdekatan. Polisi memastikan tidak ada unsur pidana setelah penyelidikan. (*/IST)

KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Suasana duka menyelimuti wilayah Kabupaten Kepahiang pada Februari 2026.

Dalam kurun waktu yang berdekatan, dua peristiwa kematian tak wajar terjadi di lokasi berbeda dan menyisakan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat.

Aparat kepolisian pun bergerak cepat melakukan penyelidikan guna memastikan apakah ada unsur pidana di balik kejadian tersebut.

Peristiwa pertama terjadi pada Selasa, 10 Februari 2026.

Seorang remaja bernama Revaldi Harianto (18), warga Kelurahan Surabaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, ditemukan meninggal dunia di rumah kakaknya yang berada di wilayah Kepahiang.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung dan sudah tidak bernyawa saat pertama kali diketahui oleh suami kakaknya yang baru pulang dari bekerja.

BACA JUGA: Pemkot Lubuk Linggau Sesuaikan Jam Kerja ASN Jelang Ramadan

Temuan itu sontak mengejutkan keluarga dan warga sekitar.

Tidak ada tanda-tanda mencurigakan di lokasi kejadian selain posisi korban yang tergantung di dalam rumah.

Keluarga pun segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara resmi.

Belum genap 24 jam berselang, peristiwa serupa kembali terjadi. Pada Rabu, 11 Februari 2026, Abdul Rahman, bendahara Puskesmas Padang Lekat, ditemukan meninggal dunia di Desa Muara Langkap, Kecamatan Bermani Ilir.

Pria yang juga dikenal sebagai warga Desa Kembang Seri itu ditemukan oleh saudara kandungnya dalam kondisi tergantung di pohon mangga, tepat di kebun miliknya sendiri.

Dua kejadian beruntun ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Teriakan Saat Senja di Sungai Musi, Anjasmi Hilang Terbawa Arus

Banyak yang mempertanyakan apakah ada keterkaitan antara kedua peristiwa tersebut atau kemungkinan adanya unsur kejahatan.

Menanggapi hal itu, jajaran Polres Kepahiang memastikan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan profesional.

Personel Sat Reskrim Polres Kepahiang langsung turun ke lokasi masing-masing kejadian.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan, saksi-saksi diperiksa, serta keterangan dari pihak keluarga korban dikumpulkan untuk memperkuat hasil penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yudha Gama, menjelaskan bahwa kedua peristiwa tersebut terjadi di lokasi berbeda dan tidak saling berkaitan.

“Ada dua peristiwa warga ditemukan tewas tak wajar di TKP yang berbeda dan sudah dilakukan cek TKP serta pemeriksaan dokter,” ujarnya kepada TribunBengkulu.com, Jumat, 13 Februari 2026.

BACA JUGA: Lubang Lama, Nyawa Melayang di Tambang Emas Lebong

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi hingga identifikasi medis, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan ataupun indikasi adanya unsur pidana lain.

Pemeriksaan dokter memastikan bahwa kedua korban meninggal dunia akibat gantung diri.

“Informasi sementara dari dokter memang kedua peristiwa tersebut dari hasil identifikasi adalah murni gantung diri,” ungkap Bintang.

Ia menambahkan bahwa hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit juga menguatkan kesimpulan tersebut.

Meski begitu, pihak kepolisian tetap menjalankan prosedur penyelidikan sesuai aturan.

Seluruh keterangan dokter dihimpun sebagai dasar administrasi dan hukum sebelum perkara dinyatakan selesai.

BACA JUGA: Unggahan “Info A1” Berujung Laporan ke Polda Sumsel

“Tindak lanjutnya kita himpun dulu keterangan dokter, dari hasil keterangan tersebut penyelidikan ini bisa dihentikan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar.

Dua kematian beruntun dalam waktu singkat tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi duka bersama bagi masyarakat Kepahiang.

Polisi pun mengimbau warga untuk tidak berspekulasi berlebihan dan tetap mempercayakan penanganan kasus kepada pihak berwenang.

Dengan rampungnya penyelidikan dan tidak ditemukannya unsur kriminal, kepolisian berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam mengenali tanda-tanda tekanan psikologis di lingkungan sekitar. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.