Dugaan Korupsi Disparpora Kepahiang Rp6,2 M Kian Menguat, BPKP Temukan Sejumlah Indikasi

oleh -458 Dilihat
oleh
Audit investigasi BPKP mengungkap dugaan nota palsu, perjalanan dinas fiktif, dan pekerjaan konstruksi tak sesuai spesifikasi di Disparpora Kepahiang. Foto: dok/Darul Qutni

Bahkan, satu paket pekerjaan disebut tidak pernah dilaksanakan pada tahun 2023 meski anggaran telah dicairkan.

BACA JUGA: Korupsi UPS RSUD Kepahiang Masuk Sidang, Satu Tersangka Buron

Tidak hanya itu, hasil pemeriksaan fisik juga mengindikasikan adanya pekerjaan bangunan yang tidak sesuai spesifikasi teknis serta tidak dilengkapi dokumen acuan pelaksanaan.

Delapan paket pekerjaan yang menjadi objek audit investigasi meliputi pembangunan atap tempat kuliner Taman Santoso, rehabilitasi gedung dan gazebo Rest Area I Sido Makmur, pemasangan paving blok guest house, rehabilitasi gedung dan taman Kabawetan Tangsi Baru.

Kemudian, rehabilitasi Taman Santoso, rehabilitasi gedung kantor dan pembangunan area parkir, pembangunan Taman Kelinci di Air Sempiang, serta kegiatan pemeliharaan bangunan gedung dalam koordinasi dan penyusunan laporan capaian kinerja SKPD.

Hingga saat ini, proses audit investigasi masih berlangsung. Penyidik Ditreskrimsus Polda Bengkulu menegaskan hasil audit BPKP akan menjadi dasar dalam menetapkan besaran kerugian negara sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya dalam penanganan perkara tersebut. (*/red/drl)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.