Untuk memperpanjang napas usaha, pengusaha mulai menggarap pasar baru lewat kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) yang menyasar konsumen umum.
Namun John menegaskan, langkah itu belum cukup tanpa dukungan nyata dari pemerintah.
“Kami tetap butuh komitmen dari pemerintah agar usaha bisa bertahan,” ujarnya.
Gubernur Sumsel Herman Deru telah menyatakan dukungan dengan menggandeng Asita Sumsel dan maskapai Air Asia untuk membuka kembali rute internasional Palembang–Kuala Lumpur.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
BACA JUGA: Ojol Palembang Tebar Mawar di Markas Korem 044/Gapo
BACA JUGA: Feby Deru Dukung HIPMI Womenpreneur, Tekankan Sinergi dengan UMKM Sumsel
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa berkomitmen membenahi tata kelola wisata, khususnya soal keamanan dan kebersihan di Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak (BKB), dan Taman Kambang Iwak.
Namun PHRI Sumsel menilai Pemkot perlu lebih tegas, termasuk memberi sanksi bagi pelanggar kebersihan agar memberi efek jera.
PHRI Sumsel berharap pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai terlalu memberatkan dunia usaha.
“Kalau kebijakan ini terus diperpanjang tanpa mempertimbangkan dampaknya, usaha hotel dan restoran bisa gulung tikar,” tegas John.
Sektor pariwisata, lanjutnya, bisa menjadi kunci pemulihan ekonomi daerah.
Namun tanpa dukungan kebijakan yang berpihak, upaya itu sulit diwujudkan. (*/red)






