Categories: Bengkulu Kepahiang

Ekshumasi Gita Fitri, Mengurai Misteri Kematian di Kebun Talang Sawah

KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Tabir gelap yang menyelimuti kematian Gita Fitri Ramadhani (25) perlahan bergerak menuju titik paling menentukan.

Setelah lebih dari tiga pekan dipenuhi tanda tanya, keluarga akhirnya memastikan bahwa proses ekshumasi dan otopsi forensik akan segera dilakukan.

Langkah ini bukan sekadar prosedur medis, melainkan upaya serius untuk menguji kebenaran ilmiah dari serangkaian kejanggalan yang sejak awal mengiringi kematian perempuan muda tersebut.

Tragedi ini bermula pada 4 Februari 2026. Gita, warga Desa Batu Bandung, ditemukan meninggal dunia di area perkebunan milik warga Desa Talang Sawah, Kecamatan Bermani Hilir.

Hari itu, ia diketahui tengah melakukan perjalanan menjemput ibunya setelah sebelumnya mengantar sang nenek ke Curup.

Namun perjalanan yang seharusnya berakhir di rumah justru berhenti di balik rimbunnya kebun warga, dalam kondisi yang memantik duka sekaligus tanda tanya.

BACA JUGA: Menanti Ekshumasi, Keluarga Kawal Kebenaran Ilmiah

Narasi awal yang beredar menyebutkan bahwa Gita tewas akibat tersengat aliran listrik dari “ranjau babi”, alat jebakan hama yang kerap dipasang di kebun.

Dugaan ini sempat diterima sebagai penjelasan sementara.

Akan tetapi, bagi keluarga, penjelasan tersebut terasa terlalu sederhana untuk menutup banyak kejanggalan yang mereka temukan sendiri di lapangan.

Salah satu pertanyaan paling mendasar adalah hilangnya telepon genggam milik korban.

Di saat bersamaan, perhiasan emas yang dikenakan Gita—yang secara nilai tentu tidak kecil—masih utuh melekat di tubuhnya.

Bagi keluarga, kondisi ini sulit dipahami.

BACA JUGA: Kuasa Hukum Bergerak, Misteri Kematian Gita Dipertanyakan

Jika peristiwa tersebut murni kecelakaan, mengapa hanya ponsel yang raib, sementara emas tetap ada?

Kejanggalan lain muncul dari kondisi fisik jenazah.

Selain bekas hangus di pergelangan tangan kanan yang identik dengan sengatan listrik, keluarga juga menemukan luka di bagian pergelangan kaki.

Luka ini tidak sepenuhnya selaras dengan kronologi korban tersengat aliran listrik secara sederhana.

Page: 1 2 3

Redaksi

Share
Tags: berita kepolisian ekshumasi Gita Fitri Ramadhani hukum Kepahiang misteri kematian otopsi forensik ranjau babi

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

Darli Berharap Barang Bukti Narkoba Terus Berkurang di Empat Lawang

Ketua DPRD Empat Lawang Darli berharap jumlah barang bukti ganja dan sabu-sabu terus menurun serta…

7 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Pencurian Sawit Ditindak, Satu Terduga Pelaku Diamankan

Polsek Tebing Tinggi mengamankan seorang pria terkait dugaan pencurian 20 janjang sawit senilai Rp1,2 juta…

11 jam ago
  • Berita

Kejari Empat Lawang Musnahkan Barang Bukti

Kejaksaan Negeri Empat Lawang memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum…

18 jam ago
  • Berita

Joncik Minta Kejari Kaji HGU Perkebunan di Empat Lawang

Bupati Joncik Muhammad meminta Kejari Empat Lawang mengkaji persoalan HGU perkebunan dan membantu optimalisasi BPHTB…

2 hari ago
  • Berita

Pemkab Empat Lawang dan Kejari Teken Perjanjian Kerja Sama, Perkuat Pendampingan Hukum bagi Sembilan OPD

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama Kejaksaan Negeri Empat Lawang menandatangani PKS bidang Perdata dan Tata…

2 hari ago
  • Empat Lawang
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Yuli Andri Tegaskan JPN Siap Pulihkan Hak Pemkab Empat Lawang

Kajari Empat Lawang Yuli Andri menegaskan kesiapan Jaksa Pengacara Negara mendampingi OPD dan memulihkan hak-hak…

2 hari ago