“Setiap negara importir memiliki persyaratan berbeda-beda. Karena itu, kami bantu eksportir memahami prosedur ekspor dan tantangan yang mungkin mereka hadapi,” kata Endah.
Dukungan terhadap pelaku usaha ekspor juga datang dari sisi pembiayaan.
Kepala Divisi LMSt dan Koordinasi Regional OJK Sumsel, Murtaza, mengungkapkan bahwa total pembiayaan bagi pelaku usaha ekspor telah mencapai Rp300 miliar.
“Nilai itu baru dari kredit. Masih banyak produk keuangan lain yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat modal usaha ekspor,” ujarnya.
Volume dan Nilai Ekspor Meningkat
BACA JUGA: Polda Sumsel Gagalkan Perdagangan Bayi Rp8 Juta, Empat Pelaku Ditangkap di RS Bari Palembang
Dari sisi administrasi, peningkatan aktivitas ekspor juga tercermin dari bertambahnya penerbitan dokumen ekspor.
Menurut Achmad Mirza, Praktisi Perdagangan Internasional Dinas Perdagangan Sumsel, jumlah Certificate of Country of Origin (CCO) yang diterbitkan tahun ini meningkat signifikan.
“Baik dari nilai maupun volume, ekspor Sumsel terus menunjukkan peningkatan,” jelas Mirza. (*/red)






