Categories: Bengkulu Kasus Kota Bengkulu

Empat Warga Bengkulu Terkatung-katung di Kamboja, Dewan Desak Pemulangan

Ringkasan Berita:

Empat warga Kota Bengkulu korban dugaan TPPO lintas negara masih tertahan di KBRI Kamboja. DPRD Provinsi Bengkulu mendesak pemerintah daerah segera bertindak demi kemanusiaan dan memastikan pemulangan para korban yang dipaksa bekerja sebagai operator judi online.


BENGKULU, LINTANGPOS.com – Nasib empat warga Kota Bengkulu hingga kini masih menggantung di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.

Jauh dari keluarga dan tanah kelahiran, Imron, Ardi, Deni Febriansyah, dan Engga—empat kepala keluarga dengan latar belakang ekonomi sederhana—menunggu kepastian kapan mereka bisa pulang ke Indonesia.

Harapan untuk memperbaiki nasib melalui pekerjaan di luar negeri justru berubah menjadi mimpi buruk.

Keempatnya diduga kuat menjadi korban jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas negara.

Alih-alih bekerja sebagai sales elektronik di Vietnam dengan gaji menggiurkan, mereka malah dipaksa bekerja sebagai operator judi online di Kamboja di bawah tekanan dan ancaman kekerasan.

Kisah mereka mencerminkan wajah kelam migrasi ilegal yang masih terus terjadi.

BACA JUGA: Polres OKU Timur Bongkar Kasus TPPO di Belitang Madang Raya, Satu Mucikari Ditangkap

Berawal dari tawaran pekerjaan dengan gaji mencapai Rp12,8 juta per bulan, keempat warga Bengkulu itu tergiur janji kehidupan yang lebih layak.

Namun, jalur keberangkatan yang berliku—mulai dari Bengkulu ke Jakarta, paspor diurus melalui Bekasi, lalu terbang ke Malaysia, Singapura, hingga akhirnya berakhir di Kamboja—menjadi awal dari penderitaan panjang.

Setibanya di negara tujuan yang tak pernah mereka bayangkan, realitas pahit langsung menyambut.

Mereka dipaksa bekerja sebagai operator judi online dengan target tinggi.

Jika target tak tercapai, sanksi fisik menanti.

Menurut pengakuan korban, hukuman berupa setruman listrik menjadi hal yang lumrah diterima.

BACA JUGA: Unsri Nonaktifkan Dosen Terduga Pelecehan Seksual, BEM FISIP Ultimatum Dekanat!

Beruntung, keempatnya berhasil melarikan diri dan mencapai KBRI Kamboja.

Page: 1 2 3

Redaksi

Share
Tags: DPRD Bengkulu judi online Kamboja KBRI Kamboja pemulangan WNI perdagangan orang lintas negara TPPO Bengkulu warga Bengkulu di Kamboja
Topik: Kasus TPPO

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

TP PKK dan BNN Luncurkan Ananda Bersinar di Empat Lawang

TP PKK dan BNNK Empat Lawang meluncurkan Ananda Bersinar untuk memperkuat pencegahan narkoba pada anak…

7 jam ago
  • Berita

Joncik Ajak Pemuda Empat Lawang Jaga Persatuan dan Keberagaman

Bupati Joncik Muhammad mengajak masyarakat dan pemuda Empat Lawang menjaga persatuan serta menjadikan keberagaman sebagai…

13 jam ago
  • Berita

Polsek Muara Pinang Antar Jenazah Warga Lewat Program Si Baja

Polsek Muara Pinang membantu mengantarkan jenazah Nuril Aminah melalui program Si Baja sebagai wujud pelayanan…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan Narkoba dari Hulu

BNN Empat Lawang mengajak pemerintah, sekolah, dan masyarakat memperkuat pencegahan narkoba melalui edukasi, inovasi, dan…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Headline
  • Sumsel

Dua Rumah di Ulu Musi Empat Lawang Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Dua rumah warga di Padang Tepung, Ulu Musi, Empat Lawang, ludes terbakar. Diduga korsleting listrik,…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

Empat Lawang Perluas Ananda Bersinar, Sekolah hingga Desa Jadi Sasaran

Empat Lawang memperluas program Ananda Bersinar melalui sekolah hingga desa. Kemang Manis dijadwalkan menjadi lokasi…

2 hari ago