Gadis Palembang Ini Nyamar Pramugari Demi Tutupi Kegagalan

oleh -87 Dilihat
oleh
Nisya, 23 tahun, menyamar sebagai pramugari Batik Air karena malu pada keluarga. Ia lolos terbang sebelum akhirnya terbongkar di Bandara Soekarno-Hatta. (*/IST)

Ringkasan Berita:

° Seorang wanita asal Palembang bernama Khairun Nisya nekat menyamar sebagai pramugari Batik Air karena malu pada keluarganya setelah gagal seleksi.

° Aksinya terbongkar saat penerbangan Palembang–Jakarta.

° Meski tak dipidana, kasus ini viral dan mengundang simpati publik.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Di balik seragam pramugari yang rapi dan senyum profesional, tersimpan kisah pilu seorang perempuan muda bernama Khairun Nisya.

Wanita berusia 23 tahun asal Palembang ini menjadi sorotan publik setelah nekat menyamar sebagai pramugari Batik Air dan berhasil ikut terbang dalam penerbangan Palembang–Jakarta pada 6 Januari 2026.

Motif di balik aksi beraninya ternyata sederhana namun menyentuh: rasa malu terhadap keluarga.

Nisya mengaku gagal lolos seleksi pramugari, namun tak sanggup mengungkapkan kenyataan itu kepada keluarganya.

Ia lalu memilih berpura-pura telah bekerja sebagai awak kabin.

“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai agar keluarganya percaya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, Rabu (7/1/2026).

BACA JUGA: Kejati Sumsel Tetapkan Dua Tersangka Kasus PNS Aktif Jadi Jaksa Gadungan

Untuk melancarkan penyamarannya, Nisya membeli seragam pramugari lengkap secara online, termasuk atribut dan kartu identitas palsu.

Ia berangkat dari Palembang mengenakan seragam tersebut.

Awalnya ia berniat berganti pakaian di bandara, namun karena waktu keberangkatan sudah mepet, ia tetap naik pesawat dengan atribut pramugari hingga tiba di Jakarta.

Kejanggalan mulai tercium saat kru pesawat mendapati rok seragam yang dikenakan Nisya berbeda dari standar Batik Air.

Ia juga tidak mampu menjawab pertanyaan dasar tentang tugas awak kabin.

Kecurigaan itu dilaporkan ke petugas keamanan penerbangan (Avsec).

BACA JUGA: PNS Nyamar Jadi Jaksa, Tipu Pejabat Pakai Seragam Kejaksaan — Kini Siap Disidang!

Setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Nisya diperiksa dan diketahui bukan karyawan maskapai.

Ia kemudian dibawa ke Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Meski sempat membuat geger, polisi menyatakan tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

Pihak Batik Air memilih menyelesaikan persoalan secara damai.

Nisya hanya diminta membuat surat pernyataan dan seluruh atribut Batik Air yang dipakainya disita.

Dalam video klarifikasi yang diunggah akun Instagram @sumsel.terciduk pada 8 Januari 2026, Nisya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

BACA JUGA: Staf Koperasi di Banyuasin Diduga Gelapkan Rp 1,6 Miliar Demi Trading Kripto, Berakhir di Penjara!

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak Batik Air dan Lion Group. Video ini saya buat tanpa paksaan dari pihak manapun,” ucapnya dengan suara bergetar.

Kini, di balik viralnya peristiwa tersebut, publik melihat sisi lain dari seorang anak muda yang terjebak dalam tekanan ekspektasi keluarga dan rasa takut akan kekecewaan.

Kisah Nisya menjadi pengingat bahwa kejujuran—meski pahit—sering kali lebih ringan daripada kebohongan yang terus dipikul sendirian. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.