Tak lama berselang, Pemerintah Kota Prabumulih melalui Sekretaris Daerah (Sekda) juga memanggil pihak perusahaan untuk membahas hasil sidak dan mencari kejelasan terkait realisasi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
Kasus ini menjadi cerminan pentingnya konsistensi antara komitmen tertulis dan pelaksanaan di lapangan.
Bagi masyarakat, gapura bukan sekadar bangunan beton, melainkan simbol wajah kota dan tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas publik.
Kesepakatan antara PT Mitra Tambang Raya dan Pemerintah Kota Prabumulih sejatinya menjadi contoh penyelesaian masalah secara musyawarah dan mufakat.
BACA JUGA: Video Aksi Brutal Anak Motor Bersenjata Tajam Gegerkan Prabumulih
Namun, keterlambatan realisasi justru berpotensi menggerus kepercayaan publik jika tidak segera dituntaskan.
Kini, publik menanti bukan lagi janji, melainkan bukti nyata berdirinya kembali Gapura Selamat Datang Kota Prabumulih—ikon yang diharapkan kembali menyambut dengan bangga, bukan meninggalkan tanda tanya. (*/red)
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…