Tak lama berselang, Pemerintah Kota Prabumulih melalui Sekretaris Daerah (Sekda) juga memanggil pihak perusahaan untuk membahas hasil sidak dan mencari kejelasan terkait realisasi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
Kasus ini menjadi cerminan pentingnya konsistensi antara komitmen tertulis dan pelaksanaan di lapangan.
Bagi masyarakat, gapura bukan sekadar bangunan beton, melainkan simbol wajah kota dan tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas publik.
Kesepakatan antara PT Mitra Tambang Raya dan Pemerintah Kota Prabumulih sejatinya menjadi contoh penyelesaian masalah secara musyawarah dan mufakat.
BACA JUGA: Video Aksi Brutal Anak Motor Bersenjata Tajam Gegerkan Prabumulih
Namun, keterlambatan realisasi justru berpotensi menggerus kepercayaan publik jika tidak segera dituntaskan.
Kini, publik menanti bukan lagi janji, melainkan bukti nyata berdirinya kembali Gapura Selamat Datang Kota Prabumulih—ikon yang diharapkan kembali menyambut dengan bangga, bukan meninggalkan tanda tanya. (*/red)
Tower panjat tebing Empat Lawang rusak, tiga atlet tetap berlatih menuju POPDA Sumsel 2026. Tim…
Tim Elang Polres Empat Lawang menangkap EM (20), terduga residivis curas yang diduga terlibat tujuh…
BPBD Empat Lawang mencatat lima titik panas yang telah dipadamkan. Sumber kabut asap masih belum…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin mengajak santri menguasai teknologi, berinovasi, dan menjaga akhlak demi…
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi bersama sejumlah pejabat utama…
Disdukcapil Empat Lawang mengimbau warga segera mengurus akta kematian agar data kependudukan akurat dan persoalan…