Heboh! Seorang Pedagang Ditemukan Tewas Diduga Gantung Diri di WC Pasar Ilir

oleh -146 Dilihat
oleh
Warga Empat Lawang dikejutkan penemuan pria tewas di WC Pasar Ilir. Polisi lakukan penyelidikan, keluarga tolak autopsi, Minggu (10/1/2026). Foto: */LintangPos.com

Ringkasan Berita:

° Warga Pasar Ilir, Empat Lawang, digegerkan penemuan jasad pedagang berinisial WS (40) yang tewas tergantung di WC rumah makan, Sabtu pagi 

° Dugaan sementara korban nekat mengakhiri hidup karena masalah ekonomi.

° Polisi telah melakukan olah TKP dan menyerahkan jenazah kepada keluarga.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com Warga Pasar Ilir, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, digemparkan dengan penemuan seorang pria yang ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di dalam WC rumah makan Bakso Cuangki, Sabtu (10/1/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban diketahui berinisial WS (40), seorang pedagang yang berdomisili di wilayah Pjka, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi.

Tubuh korban ditemukan sudah tidak bernyawa saat seorang pedagang bernama Lin (40) hendak menggunakan WC di samping rumah makan tersebut.

“Saya kaget sekali begitu buka pintu, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Lin kepada warga sekitar.

Lin kemudian segera memberitahukan kejadian tersebut kepada Yuyu, adik kandung korban.

Warga bersama keluarga selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tebing Tinggi.

BACA JUGA: Pemuda Palembang Tewas Seketika Usai Hantam Truk Tengah Malam

Tak lama berselang, petugas kepolisian tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, yakni Lin (40), Dodi (40), dan Ilham (64), yang seluruhnya merupakan warga sekitar Pasar Ilir.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Kapolsek Tebing Tinggi, Kompol Herman Akhiri.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak keluarga, korban diduga kuat meninggal dunia akibat gantung diri.

Keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi serta menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, dugaan sementara korban nekat mengakhiri hidupnya dipicu oleh tekanan ekonomi, khususnya persoalan utang piutang yang tengah dihadapi korban.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh keterangan tetap dicatat sebagai bagian dari laporan resmi.

BACA JUGA: Tergeletak Sejak Sore, Pria 60 Tahun Ditemukan Tewas

Usai proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.