Hujan Januari Jadi Berkah, Sawah di Tebing Tinggi Mendadak Hijau Kembali

oleh -1364 Dilihat
oleh
Curah hujan Januari 2026 jadi momentum emas petani Tebing Tinggi Empat Lawang memulai masa tanam. Sawah hijau, harapan panen dan kesejahteraan pun tumbuh, Selasa (27/1/2026). Foto: Istimewa

Sebagian besar sawah di Kecamatan Tebing Tinggi masih mengandalkan air hujan atau irigasi sederhana yang mengikuti debit sungai.

Kondisi ini membuat bulan Januari menjadi periode yang sangat krusial.

Jika petani terlambat menanam, risiko kekurangan air saat padi memasuki fase generatif sangat besar, yang pada akhirnya dapat menurunkan produktivitas hasil panen.

“Kalau telat tanam, nanti pas padi bunting airnya malah berkurang. Itu bisa bikin hasil panen tidak maksimal,” jelas Malik.

Oleh karena itu, persiapan lahan dilakukan secara intensif.

BACA JUGA: Bupati Joncik Muhammad Tanam Padi Perdana Program Cetak Sawah Rakyat di Muara Pinang

Proses pembajakan menjadi tahapan awal yang wajib dilalui sebelum penanaman bibit padi.

Dengan menggunakan traktor, tanah dibalik agar sisa-sisa gulma membusuk secara alami.

Proses ini bertujuan membuat tanah kembali gembur, kaya oksigen, dan siap menjadi media tanam yang ideal.

“Prosesnya mulai dari pembajakan lahan dulu supaya tanahnya subur kembali, setelah itu langsung kita tanami padi. Kita berharap cuaca terus mendukung sampai masa panen nanti,” tambah Malik dengan nada optimistis.

Tak hanya Malik, semangat serupa juga terlihat dari petani lainnya. Gotong royong masih menjadi ciri khas masyarakat pertanian di Empat Lawang.

Jadwal tanam yang dilakukan hampir bersamaan diyakini mampu meminimalkan serangan hama serta memudahkan pengelolaan air secara kolektif.

BACA JUGA: Gubernur Sumsel Keluhkan Infrastruktur Minim, Produksi Padi Terhambat

Para petani menargetkan panen raya dapat berlangsung dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan ke depan, atau sekitar April hingga Mei 2026.

Jika cuaca tetap stabil dan tidak terjadi anomali iklim ekstrem, hasil panen diprediksi akan cukup melimpah.

Keberhasilan masa tanam di awal tahun ini bukan hanya berdampak pada petani, tetapi juga pada masyarakat luas.

Produksi padi yang stabil di tingkat lokal diyakini mampu menjaga harga beras tetap terkendali di pasar.

Di tengah fluktuasi harga bahan pokok secara nasional, panen yang baik di daerah menjadi penyangga penting bagi ketahanan pangan.

No More Posts Available.

No more pages to load.