Ia juga mengimbau para pedagang dan pelaku usaha di sepanjang ruas jalan yang ditutup agar bersabar.
Proyek ini, kata dia, merupakan investasi jangka panjang demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Adapun pengerjaan jalan secara fisik dilakukan dari depan SDN 90 Palembang hingga Jembatan Kapten Kapar.
Meski demikian, penutupan total tetap diberlakukan dari Jembatan Musi IV hingga Masjid Islah Simpang Naga Swidak untuk mendukung kelancaran proses pengecoran.
Di balik ketidaknyamanan sementara, harapan besar ditanamkan: Jalan KH Azhari yang lebih kuat, rapi, dan aman untuk menunjang mobilitas warga Palembang ke depan. (*/red)





