Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, M. Yansuri, menilai pembangunan jembatan ini tidak bisa ditunda terlalu lama.
Apalagi ke depan, mobilitas menuju Pagar Alam diprediksi meningkat seiring beroperasinya SMA Taruna Nusantara, yang akan menarik arus kedatangan pelajar, orang tua, dan tenaga pendukung dari berbagai daerah.
“Pagar Alam adalah daerah tujuan wisata. Mobilitas orang akan semakin tinggi dan harus diimbangi dengan infrastruktur yang memadai,” kata Yansuri.
BACA JUGA: Proyek Jalan Rp1,4 Miliar Dibongkar! Dua Pejabat Pagaralam Ditahan, Negara Rugi Setengah Miliar
Harapan Menuju Anggaran 2027
Komisi IV DPRD Sumsel pun menyatakan komitmennya untuk mendorong kelanjutan pembangunan Jembatan Tebat Gheban dan Jembatan Ayek Betung agar masuk dalam pembahasan APBD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2027.
Bagi masyarakat Pagar Alam, harapan kini kembali tumbuh.
Dua jembatan yang lama terbengkalai itu diharapkan tak lagi menjadi simbol proyek mangkrak, melainkan pintu masuk menuju konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan wajah baru kota di kaki Gunung Dempo. (*/red)





