Bagi mereka, kehilangan Erti dan Aang bukan hanya kehilangan saudara, tapi juga kehilangan pilar keluarga yang selama ini dikenal hangat dan penuh kasih.
Meski api telah padam, kepedihan yang membekas di Lorong Kelinci, Sekip Ujung, Palembang, masih menyala di hati keluarga dan sahabat korban. (*/red)







