Ia juga menekankan pentingnya pembangunan database perkebunan kopi yang akurat, mencakup varietas dan wilayah tanam.
BACA JUGA: KOPI Empat Lawang 2025, Inovasi OPD Demi Pelayanan Publik Lebih Baik
Data ini, katanya, akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam perencanaan, pemetaan, serta strategi pemasaran kopi daerah.
Fokus pada Panen dan Pengolahan
Dari sisi teknis, Mukhsin, Kepala Bidang PPHP Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, menyoroti pentingnya tata kelola pasca panen.
“Panen selektif seperti petik merah dan pengeringan yang baik akan menjaga mutu kopi hingga sampai ke konsumen. Pemerintah provinsi terus mendorong penerapan standar ini melalui regulasi seperti Peraturan Gubernur,” tuturnya.
Selain itu, Subhan, Direktur Perusda Lahat, menegaskan perlunya membangun jaringan kemitraan yang berkelanjutan antara petani dan pelaku industri agar rantai nilai kopi berjalan sehat dan efisien.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Lahat dalam memperkuat peran petani dan pelaku usaha untuk menjadikan kopi robusta Lahat sebagai produk unggulan daerah.
BACA JUGA: Musim Hujan di Sumsel Tekan Produksi Kopi, Harga Petani Justru Naik
Dengan dukungan sinergis dari semua pihak, cita rasa kopi dari tanah Bukit Serelo ini diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lahat dan Sumatera Selatan. (*/red)





