Musim Hujan di Sumsel Tekan Produksi Kopi, Harga Petani Justru Naik

oleh -1152 Dilihat
Musim hujan di Sumatra Selatan menekan produksi kopi hingga 30% dan menurunkan kualitas akibat serangan hama. Namun, harga kopi Robusta di tingkat petani justru naik signifikan sejak awal September.
Musim hujan di Sumatra Selatan menekan produksi kopi hingga 30% dan menurunkan kualitas akibat serangan hama. Namun, harga kopi Robusta di tingkat petani justru naik signifikan sejak awal September. Gambar: Ilustrasi/lintangpos.com

Lahat, LintangPos.com – Kondisi cuaca di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) yang masih didominasi musim hujan memberi dampak besar terhadap aktivitas para petani kopi.

Produksi menurun, kualitas ikut tergerus, sementara harga di tingkat petani justru menunjukkan tren kenaikan.

Abi La Baba, petani kopi asal Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, mengatakan curah hujan yang tinggi membuat hasil panen turun cukup drastis.

“Cukup signifikan pengaruhnya dari sisi kuantitas dan kualitas. Rata-rata petani di sini mengakui itu,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (17/9/2025).

Menurutnya, produksi kopi di wilayah tersebut berpotensi turun hingga 30% dibandingkan kondisi normal.

Hujan tidak hanya membuat banyak buah kopi busuk, tetapi juga meningkatkan risiko serangan hama penggerek buah kopi (PBKo).

BACA JUGA: Insiden Satlantas PALI dengan Sopir Truk Viral, Propam Turun Tangan

“Belum lagi saat pengeringan, banyak yang rusak terkena jamur,” tambahnya.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.