Legenda Muara Kelingi dan Amarah Sungai Lintang

oleh -392 Dilihat
oleh

Ucapan itu bagai bara disiram minyak. Air Sungai Musi bergolak. Riak-riak kecil berubah menjadi gelombang yang menghantam tepi.

BACA JUGA: Toyota Fortuner 2026! Desain Makin Gagah, Kabin Mewah, Fitur Canggih – SUV Legendaris Siap Naik Kelas

“Ucapanmu adalah pembangkangan,” kata Puyang Musi dengan suara berat. “Aku lebih tua. Wilayahku lebih luas. Anak-anakku lebih banyak. Tak pernah ada sungai yang bermuara kepadamu!”

Perdebatan semakin panas. Alam sekitar merespons. Burung-burung beterbangan meninggalkan pepohonan, ikan-ikan menyelam lebih dalam, dan langit menggelap meski matahari belum tenggelam.

“Aku menantangmu!” seru Puyang Sungai Kelingi. “Bila kata tak lagi didengar, biarlah kekuatan yang berbicara!”

Tantangan itu nyaris berubah menjadi perang besar antar sungai—perang yang bisa memporak-porandakan daratan dan menenggelamkan negeri-negeri manusia.

Turunnya Puyang Serunting Sakti

Beruntung, sebelum amarah itu tumpah menjadi bencana, suara perdebatan tersebut terdengar hingga ke telinga Puyang Serunting Sakti, seorang Puyang legendaris yang dijuluki Si Pahit Lidah.

BACA JUGA: Misteri Antu Banyu, Legenda Hantu Air Penunggu Sungai Musi yang Masih Hidup di Tengah Masyarakat Sumsel

Ia adalah penjaga keseimbangan, penentu hukum alam, yang kata-katanya dipercaya bisa mengutuk batu menjadi batu, kayu menjadi kayu untuk selamanya.

Dari pertapaannya di tanah tinggi, Puyang Serunting Sakti membuka mata batinnya. Ia mendesah pelan.

“Dua sungai besar berselisih,” gumamnya. “Jika tak segera diputuskan, manusia yang akan menanggung akibatnya.”

Dengan kekuatan gaibnya, ia memanggil kedua Puyang itu untuk menghadap.

Maka, di sebuah dataran sunyi tempat angin berputar melingkar dan tanah terasa dingin meski matahari bersinar, berdirilah Puyang Sungai Musi dan Puyang Sungai Kelingi di hadapan Puyang Serunting Sakti.

Perdebatan di Hadapan Sang Penentu

BACA JUGA: Legenda Bujang Kurap, Kisah Asal Mula Terbentuknya Danau Raya di Musi Rawas Utara

“Jelaskan duduk perkara kalian,” ujar Puyang Serunting Sakti, suaranya tenang namun tak bisa dibantah.

No More Posts Available.

No more pages to load.