Sidang Tipikor Palembang membongkar dugaan penyalahgunaan dana PMI Rp250 juta untuk perjalanan ke Bali yang disebut kunker, namun disertai kejanggalan laporan, Selasa (16/12/2025). Foto: dok/ist
° Sidang Tipikor Palembang mengungkap fakta mengejutkan: dua terdakwa kasus BPPD PMI Palembang membawa ART, teman, dan keluarga dalam kunjungan kerja ke Bali.
° Perjalanan yang tak direncanakan itu menelan dana PMI Rp250 juta, dengan laporan hari yang diduga dipangkas.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Ruang sidang Pengadilan Tipikor Palembang mendadak senyap ketika satu per satu fakta perjalanan ke Bali terkuak.
Bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan kisah panjang yang menyeret nama Asisten Rumah Tangga (ART), teman, hingga keluarga dalam rombongan yang dibiayai dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang.
Dalam sidang yang digelar Selasa (16/12/2025), saksi Anisa Renda dari Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Palembang mengungkap bahwa Fitrianti Agustinda dan Dedi Sipriyanto—dua terdakwa dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD)—melakukan perjalanan ke Bali yang sama sekali tidak tercantum dalam rencana kerja resmi.
“Ke Bali tidak masuk dalam rencana kerja peningkatan kapasitas kepegawaian, namun anggaran yang dipakai menggunakan dana anggaran PMI sebesar Rp250 juta,” ujar Renda di hadapan majelis hakim.
Dana ratusan juta rupiah itu dicairkan oleh seseorang bernama Mike sebelum rombongan bertolak ke Lampung dan Bali melalui jalur darat.
Dari total Rp250 juta, hanya Rp30 juta yang tersisa setelah perjalanan berakhir.
BACA JUGA: Bendahara PMI Banyuasin Diduga Tilep Dana Hibah, Kerugian Capai Ratusan Juta
“Seingat saya ada sisa uang Rp30 juta, itu kami hitung sama-sama. Dialihkan ke kegiatan lain, tapi detailnya saya tidak ingat,” kata Renda.
Keanehan tak berhenti di situ. Renda juga membeberkan adanya selisih mencolok antara durasi perjalanan dan laporan pertanggungjawaban.
Perjalanan yang memakan waktu sembilan hari—melalui darat dan laut dari Palembang menuju Bali—dilaporkan hanya berlangsung lima hari.
“Di laporan hanya lima hari,” ujarnya singkat.
Ironisnya, dari sembilan hari tersebut, rombongan hanya menghabiskan satu hari di Bali.
Page: 1 2
Pemkab Empat Lawang menjadwalkan tiga agenda pada 17 September 2026, mulai Upacara Hari Perhubungan Nasional…
Polsek Talang Padang menggencarkan Makmano Karhutla di Desa Karang Are dan mengimbau warga tidak membuka…
Saiful Zahri kembali dipercaya memimpin DPC Hiswana Migas Lahat periode 2026-2030 setelah terpilih dalam Muscab…
Herman Deru meminta persoalan aktivitas ilegal refinery di Muba segera dicarikan solusi dengan memperhatikan aturan,…
Feby Deru mengajak kader PKK Sumsel memperkuat komunikasi keluarga, meningkatkan iman dan takwa, serta menjadi…
Herman Deru meminta dokter Jafung Ahli Utama menjadi think tank kebijakan kesehatan dan aktif membenahi…