Warga pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Empat Lawang, agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
Mereka meminta agar dilakukan evaluasi dan tindakan tegas terhadap oknum lurah tersebut.
BACA JUGA: Viral! Guru Ngaji Diduga Diusir Lurah Talang Betutu Saat Urus Validasi Meteran Mushola
“Kami minta bupati menegur. Kalau terus begini, masyarakat yang dirugikan,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Lurah Kelumpang Jaya, Supriadi, mengakui bahwa dirinya sedang berada di kebun.
Dalam pesan singkatnya, ia menyampaikan alasan ketidakhadirannya di kantor.
“Ngp KK,,,,di ume. Nd msuk (buntu) ktk pmli minyak,” tulisnya, yang jika diterjemahkan berarti dirinya sedang di kebun dan tidak masuk kantor karena tidak ada pembeli minyak. (*/Liz)
Page: 1 2
Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama Kejaksaan Negeri Empat Lawang menandatangani PKS bidang Perdata dan Tata…
Kajari Empat Lawang Yuli Andri menegaskan kesiapan Jaksa Pengacara Negara mendampingi OPD dan memulihkan hak-hak…
Polres Empat Lawang dan BNN menggerebek lokasi dugaan peredaran narkoba di Desa Batu Lintang. Empat…
Kajati Sumsel Nurcahyo J. M. mengunjungi Kejari Empat Lawang untuk memantau kinerja, memperkuat koordinasi, dan…
Kasus ISPA menjadi perhatian saat kemarau panjang. Dinas Kesehatan menyiagakan pelayanan di 10 puskesmas dan…
BNN Empat Lawang menguatkan gerakan Bejeghum P4GN Bersinar dengan melibatkan pemerintah desa, organisasi perempuan, dan…