Categories: Pendidikan Sumsel

Mahasiswa Kawal Aset Sumsel di Yogyakarta

Ia menggambarkan kondisi fisik Balai Sriwijaya yang semakin memprihatinkan.

Atap bocor, lampu yang tidak berfungsi, aula yang rusak, hingga sejumlah fasilitas yang kosong dan tidak terawat menjadi pemandangan sehari-hari.

“Kalau dibiarkan terlalu lama, bukan tidak mungkin kerusakan akan semakin parah dan justru menambah beban anggaran di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua II Eksternal IKPM Sumsel–DIY, Dedi Pamungkas, menekankan pentingnya kejelasan status hukum tanah dan bangunan Balai Sriwijaya.

Ia mengingatkan bahwa ketidakjelasan status aset berpotensi menimbulkan polemik di masa depan, baik dari sisi hukum maupun pemanfaatannya.

BACA JUGA: Gubernur Herman Deru Tekankan Kolaborasi Berkelanjutan Pemprov Sumsel dan Kejati untuk Optimalkan Aset Daerah

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, pihak BPKAD Provinsi Sumatera Selatan memberikan penjelasan.

Untuk aset Pondok Mesudji, BPKAD menyampaikan bahwa sebenarnya anggaran pembangunan telah dialokasikan.

Namun, proses pembangunan belum dapat dilanjutkan karena adanya gugatan hukum yang kembali muncul.

Penyelesaian aspek hukum menjadi prasyarat utama sebelum langkah fisik pembangunan dilakukan.

Terkait Balai Sriwijaya, BPKAD membenarkan bahwa bangunan tersebut memang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Namun, untuk kejelasan status tanah, mahasiswa disarankan untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Provinsi Sumatera Selatan agar memperoleh penjelasan yang lebih komprehensif dan detail.

BACA JUGA: Niat Mendahului Berujung Duka, Pelajar 14 Tahun Tewas Terlindas Truk LPG

Audiensi ini menjadi cerminan peran aktif mahasiswa sebagai bagian dari elemen daerah yang peduli terhadap tata kelola aset publik.

IKPM Sumsel–DIY berharap komunikasi yang telah terjalin dapat menjadi langkah awal untuk memastikan aset-aset milik Provinsi Sumatera Selatan di Yogyakarta tidak terbengkalai, melainkan dikelola secara bertanggung jawab dan memberi manfaat nyata.

Lebih dari sekadar bangunan, aset-aset tersebut diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Sumatera Selatan di perantauan—tempat belajar, berorganisasi, dan menyiapkan diri sebagai sumber daya manusia yang kelak kembali membangun daerah asalnya. (*/red)

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: aset daerah Asrama Balai Sriwijaya BPKAD Sumatera Selatan IKPM Sumsel–DIY mahasiswa Sumatera Selatan Pondok Mesudji saksi Fitra Yogyakarta

Recent Posts

  • Berita

Pemkab Empat Lawang dan Kejari Teken Perjanjian Kerja Sama, Perkuat Pendampingan Hukum bagi Sembilan OPD

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama Kejaksaan Negeri Empat Lawang menandatangani PKS bidang Perdata dan Tata…

2 hari ago
  • Empat Lawang
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Yuli Andri Tegaskan JPN Siap Pulihkan Hak Pemkab Empat Lawang

Kajari Empat Lawang Yuli Andri menegaskan kesiapan Jaksa Pengacara Negara mendampingi OPD dan memulihkan hak-hak…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Polres Empat Lawang Gerebek Kampung Narkoba, Empat Orang Diamankan

Polres Empat Lawang dan BNN menggerebek lokasi dugaan peredaran narkoba di Desa Batu Lintang. Empat…

2 hari ago
  • Berita

Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang

Kajati Sumsel Nurcahyo J. M. mengunjungi Kejari Empat Lawang untuk memantau kinerja, memperkuat koordinasi, dan…

3 hari ago
  • Berita

Kasus ISPA Meningkat Saat Kemarau Panjang, Dinkes Siagakan 10 Puskesmas

Kasus ISPA menjadi perhatian saat kemarau panjang. Dinas Kesehatan menyiagakan pelayanan di 10 puskesmas dan…

3 hari ago
  • Berita

BNN Empat Lawang Dorong Gerakan Bejeghum P4GN Bersinar

BNN Empat Lawang menguatkan gerakan Bejeghum P4GN Bersinar dengan melibatkan pemerintah desa, organisasi perempuan, dan…

3 hari ago