Ringkasan Berita:
° Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan pentingnya sinergi antara Pemprov Sumsel dan Kejati Sumsel dalam pengelolaan aset daerah.
° Dalam rapat koordinasi di Griya Agung Palembang, ia mengapresiasi upaya Kejati mengembalikan aset daerah, sekaligus mendorong pencatatan rinci aset untuk pengelolaan berkelanjutan.
° Kepala Kejati Sumsel, dr. Yulianto, juga menegaskan komitmen institusinya dalam penyelesaian aset, termasuk tanah reklamasi Jakabaring, sembari mengutamakan pendekatan humanis.
Palembang, LintangPos.com — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel dalam mengoptimalkan pengelolaan serta pemanfaatan aset daerah.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Rapat Koordinasi Capaian Sinergitas Pemerintah Daerah dan Kejaksaan Dalam Pemanfaatan Aset Daerah yang digelar di Griya Agung Palembang, Senin (20/10/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Herman Deru bersama jajaran Pemprov Sumsel berdiskusi langsung dengan Kepala Kejati Sumsel, dr. Yulianto, S.H., M.H., beserta jajaran terkait capaian pengembalian sejumlah aset milik daerah yang selama ini diperjuangkan oleh pihak Kejati.
“Permasalahan aset ini sudah sering kita bahas bersama antara Pemprov Sumsel dan Kejati Sumsel. Saya sangat mengapresiasi kerja keras Kejaksaan yang telah memperjuangkan aset-aset daerah hingga kembali menjadi milik Pemprov Sumsel,” ujar Herman Deru.
Gubernur juga menekankan pentingnya pendataan yang komprehensif terhadap seluruh aset, baik yang sudah dikembalikan maupun yang masih dalam proses penyelesaian.
Menurutnya, keberadaan daftar dan nomenklatur aset akan menjadi dasar penting dalam pengelolaan dan pemanfaatan di masa depan.
BACA JUGA: Kejagung Lakukan Rotasi Besar, Kejati Sumsel Alami Pergantian Sejumlah Pejabat Kunci
Selain membahas aset daerah, Herman Deru turut menyinggung komitmen Pemprov Sumsel untuk mengembangkan Health Tourism (pariwisata kesehatan). Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.





