Ringkasan Berita:
Seorang pelajar berusia 16 tahun di OKU harus berurusan dengan polisi setelah nekat mencuri 110 kilogram kopi bersama rekannya. Aksi pencurian yang dilakukan tengah malam itu terbongkar karena dipergoki warga saat kopi dijemur berantakan.
OKU, LINTANGPOS.com – Langit Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), biasanya sunyi saat jarum jam melewati tengah malam.
Namun ketenangan itu mendadak pecah pada Kamis dini hari, 22 Januari 2026, ketika aksi pencurian kopi terjadi di salah satu sudut desa.
Ironisnya, pelaku utama bukan hanya orang dewasa, melainkan seorang pelajar berusia 16 tahun.
Pelajar tersebut diketahui berinisial KK (16).
Ia harus berhadapan dengan hukum setelah tertangkap polisi atas kasus pencurian kopi yang dilakukannya bersama seorang rekannya, RQ (21), yang diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap.
Aksi nekat dua sekawan ini berujung penyesalan, setelah polisi mencokok keduanya tanpa perlawanan di rumah mereka.
Penangkapan dilakukan pada Kamis, 29 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, di Desa Semanding, Kecamatan Pengandonan.
Aparat kepolisian yang sudah mengantongi identitas pelaku langsung bergerak cepat, mengakhiri pelarian singkat mereka.
Kopi Dijemur Jadi Sasaran
Kasus ini bermula ketika korban bernama Safriyadi, warga Desa Pengandonan, menyadari kopi miliknya yang sedang dijemur raib.
Kopi tersebut sebelumnya diletakkan di lokasi penjemuran terbuka, sebagaimana kebiasaan petani setempat usai panen.
Kapolres OKU, AKBP Endro, melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Feri Zulfian, menjelaskan bahwa pencurian terjadi pada pukul 00.01 WIB.
BACA JUGA: Dini Hari, Duo Maling Antar Kota Tertangkap Saat Beraksi
Di saat sebagian besar warga terlelap, kedua pelaku justru memanfaatkan situasi sepi untuk beraksi.
“Pelaku mencuri kopi yang sedang dijemur korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar 110 kilogram kopi,” ujar AKP Feri Zulfian.
Bagi petani, jumlah tersebut bukan nilai kecil. Kopi adalah hasil kerja keras berbulan-bulan yang menentukan penghasilan keluarga.
Kehilangan ratusan kilogram kopi tentu menjadi pukulan berat, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil.
Aksi Terbongkar Karena Warga
Meski sempat berjalan mulus, aksi pencurian itu akhirnya terbongkar bukan karena kamera pengawas atau patroli polisi, melainkan oleh kepekaan warga.
BACA JUGA: Nekat Maling di Markas Polisi! Satu Babak Belur Ditangkap Warga, Dua Kabur Lewat Atap Rumah
Seorang perempuan bernama Susi, warga setempat, secara tidak sengaja memergoki kedua pelaku saat hendak menuju sungai.






