Penodongan di Jembatan Ampera Kembali Terjadi, Seorang Pemuda Jadi Korban

oleh -328 Dilihat
oleh
Kasus penodongan di kawasan Jembatan Ampera Palembang kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang pemuda bernama Predi Riansyah (20) menjadi korban saat melintas di jembatan ikonik tersebut pada Rabu (10/9/2025) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Kasus penodongan di kawasan Jembatan Ampera Palembang kembali meresahkan warga. Kali ini, seorang pemuda bernama Predi Riansyah (20) menjadi korban saat melintas di jembatan ikonik tersebut pada Rabu (10/9/2025) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Foto: Istimewa

Palembang, LintangPos.com – Kasus penodongan di kawasan Jembatan Ampera Palembang kembali meresahkan warga.

Kali ini, seorang pemuda bernama Predi Riansyah (20) menjadi korban saat melintas di jembatan ikonik tersebut pada Rabu (10/9/2025) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Predi mengaku kejadian itu bermula saat dirinya pulang bekerja dari bengkel di kawasan Punti Kayu, Kecamatan Alang-alang Lebar.

Saat melintas di Jembatan Ampera arah Seberang Ulu, ia dihampiri seorang pria yang membawa gitar.

“Ku kira dia mau nyanyi karena bawa gitar. Ternyata malah minta uang Rp 200 ribu,” ungkap Predi usai melapor ke Polrestabes Palembang, Kamis (11/9/2025).

Korban menolak karena tidak membawa uang sebanyak itu.

BACA JUGA: Lansia Hilang Tiga Hari di Lubuklinggau, Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam

BACA JUGA: Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Lubuk Linggau, Barang Bukti Disembunyikan di Bawah Tandon Air

Namun, pelaku tetap memaksa dan bahkan menekan perutnya. Predi lalu mengaku hanya membawa uang Rp 20 ribu.

“Dia mendekat sambil bilang ‘aih kau ini’. Aku jujur cuma pegang Rp 20 ribu. Akhirnya karena dipaksa, ku kasih juga,” jelas warga Kecamatan Jakabaring itu.

Beruntung, meski kehilangan uang, ia berhasil menyelamatkan ponselnya dari tangan pelaku.

Usai kejadian, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi.

Kisah ini kemudian dibagikan Predi ke media sosial dan ramai diperbincangkan netizen.

Banyak warga mengaku resah dengan maraknya penodongan maupun pengamen yang memaksa di kawasan Jembatan Ampera.

BACA JUGA: Anak Gadaikan Motor Orang Tua untuk Beli Narkoba dan Judi Online

BACA JUGA: Gerebek Kontrakan di Tugumulyo, Polisi Amankan Pemuda dengan 5,70 Gram Sabu

Menanggapi laporan tersebut, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan memastikan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini.

“Iya, laporan dugaan penodongan atau curas sudah kami terima. Tim penyidik akan menindaklanjutinya,” tegas Andrie.

Kasus penodongan di Jembatan Ampera bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, keluhan warga soal pengamen yang kerap memaksa meminta uang di lokasi tersebut juga sempat viral di media sosial.

Masyarakat berharap aparat kepolisian lebih rutin melakukan patroli agar kawasan Jembatan Ampera tetap aman bagi pengguna jalan. (*/red)