Polda Sumsel Gagalkan Perdagangan Bayi Rp8 Juta, Empat Pelaku Ditangkap di RS Bari Palembang

oleh -471 Dilihat
oleh
Polda Sumsel gagalkan transaksi jual-beli bayi Rp8 juta di RS Bari Palembang. Empat pelaku, termasuk pasutri, ditangkap bersama barang bukti, Kamis (23/10/2025). Foto: Istimewa

Menurut hasil penyelidikan, dua dari empat pelaku merupakan pasangan suami istri yang memiliki peran penting dalam proses jual-beli bayi tersebut.

Salah satu pelaku diketahui mencari orang yang bersedia menjual bayi melalui media sosial TikTok, sementara yang lain menyiapkan tempat persalinan untuk memuluskan transaksi.

“Setelah transaksi selesai dilakukan, keempat pelaku langsung kami amankan bersama bayi dan barang bukti berupa uang hasil transaksi,” ujar salah satu perwira penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel.

Selain bayi dan uang tunai, polisi juga menyita empat unit ponsel milik para pelaku, surat keterangan lahir bayi, serta surat keterangan dokter yang diduga digunakan untuk melancarkan aksi mereka.

Saat ini, seluruh pelaku telah dibawa ke Mapolda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA: Hakim Tolak Eksepsi Fitrianti Agustinda dalam Kasus Korupsi Dana PMI Palembang

Polisi mendalami kemungkinan adanya jaringan lebih besar yang terlibat dalam praktik perdagangan bayi tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras terhadap maraknya modus perdagangan orang melalui media sosial.

Polda Sumsel mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan adopsi atau jual-beli anak secara daring.

“Kami akan menindak tegas setiap praktik perdagangan manusia, termasuk bayi. Ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat ditoleransi,” tegas pihak kepolisian.

Dengan terungkapnya kasus ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap segala bentuk eksploitasi anak dan tindak pidana perdagangan orang di wilayah Sumatera Selatan. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.