Realisasi Investasi Sumsel 2025 Tembus Rp49,82 Triliun, Lampaui Target RPJMD

oleh -807 Dilihat
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, Eko Agusrianto. Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:
° Realisasi investasi di Sumatera Selatan hingga Triwulan III 2025 mencapai Rp49,82 triliun atau 117,22 persen dari target RPJMD sebesar Rp42,5 triliun.

° Angka tersebut terdiri dari PMDN Rp38,71 triliun dan PMA Rp11,11 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 47.025 orang.

° DPMPTSP Sumsel menegaskan komitmennya menjaga iklim investasi kondusif melalui program Klinik Investasi dan promosi potensi daerah.

° Pemerintah optimistis perubahan regulasi ke PP Nomor 28 Tahun 2025 akan semakin memperkuat pertumbuhan investasi di Bumi Sriwijaya.


Palembang, LintangPos.com – Iklim investasi di Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan performa yang mengesankan sepanjang tahun 2025.

Hingga Triwulan III, realisasi investasi di Bumi Sriwijaya berhasil menembus angka Rp49,82 triliun, melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditetapkan sebesar Rp42,5 triliun.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, Eko Agusrianto, menyebut capaian tersebut telah memenuhi 117,22 persen dari target RPJMD tahun berjalan.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa iklim investasi di Sumsel terus tumbuh positif berkat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ujar Eko saat diwawancarai di kantornya, Senin (27/10/2025).

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp38,71 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp11,11 triliun.

Meski demikian, secara nasional realisasi investasi Sumsel baru mencapai 63,18 persen dari target nasional sebesar Rp78,85 triliun.

BACA JUGA: Herman Deru Luncurkan Sultan Muda Privilege Card, Gerakan Ekonomi Digital Anak Muda Sumsel

Sektor Unggulan Penyumbang Investasi

Menurut Eko, ada beberapa subsektor yang menjadi pendorong utama investasi. Untuk PMA, lima sektor terbesar berasal dari industri kertas dan percetakan, industri kimia dan farmasi, listrik-gas-air, industri makanan, serta tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan.

No More Posts Available.

No more pages to load.