Menurut Zakaria, lingkungan sekolah berasrama dipilih agar para siswa dapat belajar lebih fokus dan berkembang dalam suasana yang kondusif.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan para penerima beasiswa mampu meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik.
“Mereka akan belajar di lingkungan yang mendukung, jadi fokus pada prestasi,” tambahnya.
Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Dinas Dikbud Rejang Lebong telah melakukan survei ke sejumlah sekolah unggulan di beberapa provinsi, seperti Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.
Hasil survei ini akan menjadi dasar penentuan sekolah percontohan yang akan bekerja sama dalam program beasiswa tersebut.
Setelah itu, panitia seleksi (pansel) akan dibentuk guna menyeleksi calon penerima beasiswa secara transparan dan objektif.
Jumlah penerima beasiswa nantinya akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang telah dialokasikan.
“Jumlah penerima akan disesuaikan dengan anggaran yang ada, jadi prosesnya transparan,” jelas Zakaria.
Program beasiswa berprestasi ini merupakan wujud nyata komitmen Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam mendukung masa depan generasi muda.
Rencananya, program ini mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027.
Zakaria berharap, kehadiran beasiswa ini mampu menjadi pemicu semangat belajar bagi pelajar di seluruh kecamatan di Rejang Lebong.
Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya.
“Kita ingin anak-anak di Rejang Lebong pintar dan tidak terhalang oleh keterbatasan ekonomi,” pungkasnya.(*/red)






