Satu Suara Penentu, Ehdi Amin Pimpin PWI Lahat

oleh -21 Dilihat
oleh
Ehdi Amin akhirnya resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat periode 2026-2029 dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Lahat yang digelar di Hotel Bukit Serelo Lahat, Kamis (12/2/2026). Foto: Istimewa

LAHAT, LINTANGPOS.com – Ehdi Amin akhirnya resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lahat periode 2026-2029 dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Lahat yang digelar di Hotel Bukit Serelo Lahat, Kamis (12/2/2026).

Kemenangan tersebut ditentukan hanya oleh selisih satu suara, mencerminkan ketatnya persaingan sekaligus dinamika demokrasi di tubuh organisasi kewartawanan itu.

Konferkab awalnya diikuti tiga kandidat, yakni Diansyah, Ehdi Amin, dan Muchtarim.

Namun sebelum pemungutan suara dimulai, Diansyah memutuskan mundur dari pencalonan.

Mundurnya satu kandidat membuat kontestasi mengerucut menjadi dua nama dengan total 47 suara pemilih yang diperebutkan.

Sejak awal proses penghitungan, suasana ruang sidang terasa menegangkan. Perolehan suara Ehdi Amin dan Muchtarim saling kejar-mengejar.

BACA JUGA: Jelang Konferkot PWI Lubuklinggau 2025, Dua Nama Berebut Kursi Panas Ketua, Siapa Jawaranya?

Setiap lembar suara yang dibacakan memantik reaksi peserta konferensi.

Hingga akhirnya, hasil akhir menunjukkan Ehdi Amin meraih 24 suara, sementara Muchtarim memperoleh 23 suara.

Selisih tipis satu suara itu memastikan Ehdi Amin memimpin PWI Lahat untuk tiga tahun ke depan.

Meski jalannya konferensi sempat diwarnai ketegangan dan beberapa interupsi dari peserta kepada pimpinan sidang, seluruh tahapan tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi.

Konferkab dipimpin oleh Richard Jo, Ishak Nasroni, dan Sigit selaku perwakilan PWI Provinsi Sumatera Selatan.

Ketiganya dinilai mampu mengendalikan dinamika forum sehingga proses berjalan tertib, aman, dan demokratis.

BACA JUGA: PWI Sumsel Bikin Haru! Aksi Juma’t Berkah Sentuh Hati 60 Lansia di Palembang

Ketua Pelaksana Konferkab PWI Lahat, Yoki Manrasa, melalui Sekretaris Panitia Parman, menyebut dinamika yang muncul merupakan bagian wajar dari proses demokrasi dalam organisasi profesi.

Menurutnya, interupsi dan perdebatan yang terjadi justru menunjukkan antusiasme anggota dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.

“Ya tadi sempat beberapa kali interupsi. Namun pimpinan sidang mampu menguasai jalannya persidangan dan kita saksikan sendiri konferkab berjalan tertib, aman, dan sangat demokratis,” ujar Parman.

Ia juga mengapresiasi seluruh anggota PWI Lahat yang tetap menjaga kondusivitas forum.

Baginya, soliditas anggota menjadi modal penting untuk memastikan agenda organisasi berjalan sesuai aturan dan semangat kebersamaan.

Usai dinyatakan menang, Ehdi Amin—yang akrab disapa Edi—mengaku terharu atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

BACA JUGA: Satlantas Polres Empat Lawang dan PWI Gelar Coffee Morning, Perkuat Sinergi Polisi dan Media

Ia menilai hasil tersebut bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan amanah besar dari rekan-rekan sesama wartawan di Lahat.

“Ya sangat terharu melihat soliditas dan kekompakan kawan-kawan. Saya berterima kasih atas kepercayaan sehingga saya terpilih. Tentunya kepada para senior dan seluruh anggota PWI Lahat dapat terus membersamai ke depan sehingga apa yang ingin dijalankan PWI Lahat bisa berjalan baik,” harapnya.

Dalam kepemimpinannya, Edi menegaskan akan mengedepankan prinsip kebersamaan dan profesionalisme.

Ia berkomitmen memperkuat peran PWI Lahat sebagai organisasi yang menaungi wartawan secara kredibel dan berintegritas.

Selain melanjutkan program-program positif yang telah berjalan, ia juga membuka ruang pembenahan di berbagai aspek organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan dunia jurnalistik.

Dukungan terhadap kemenangan Ehdi Amin juga datang dari Syafudin selaku tim pemenangan.

BACA JUGA: GAPKI dan PWI Pusat Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Industri Sawit dan Pers Nasional

Ia menyebut hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras, konsolidasi yang solid, serta rekam jejak Edi selama ini sebagai pengurus PWI Lahat dan wartawan yang dinilai memiliki kredibilitas baik di mata anggota.

“Memang sejak awal kita melakukan konsolidasi dengan rekan-rekan pendukung, Edi sudah langsung diterima. Makanya hasil hari ini meski masih di luar target kita, Edi tetap menang,” ujarnya.

Terpilihnya Ehdi Amin melalui selisih satu suara menjadi catatan tersendiri dalam sejarah Konferkab PWI Lahat.

Hasil ini sekaligus menjadi refleksi bahwa setiap suara memiliki arti penting dalam menentukan arah organisasi.

Momentum Konferkab kali ini juga menegaskan bahwa demokrasi di tubuh PWI Lahat berjalan sehat dan terbuka.

Perbedaan pilihan tidak mengurangi semangat persatuan antaranggota.

BACA JUGA: PWI Pusat Prihatin: Pencabutan Kartu Liputan Istana Dinilai Ancam Kemerdekaan Pers

Justru melalui proses yang dinamis tersebut, organisasi diharapkan semakin matang dalam menghadapi tantangan dunia pers yang terus berkembang, baik dari sisi profesionalisme, etika, maupun adaptasi terhadap perubahan teknologi informasi.

Dengan kepemimpinan baru periode 2026-2029, harapan pun mengemuka agar PWI Lahat semakin solid, profesional, dan mampu menjadi rumah besar yang kuat bagi seluruh wartawan di Kabupaten Lahat. (*/red)