Selamat! 5.623 Guru Ngaji Dapat Insentif Rp23,6 Miliar

oleh -221 Dilihat
Ribuan guru ngaji dan TPQ di Sidoarjo menerima insentif Rp350 ribu per orang. Kebijakan ini menegaskan komitmen Pemkab pada pendidikan agama. (*/Ils)

Ringkasan Berita:

° Pemkab Sidoarjo resmi menyalurkan insentif kepada 5.623 guru ngaji dan TPQ senilai Rp350 ribu per orang.

° Total anggaran Rp23,6 miliar ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkuat pendidikan agama dan karakter generasi muda.


JAWA TIMUR, LINTANGPOS.com – Kabar gembira menyelimuti ribuan guru ngaji dan pengelola Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Setelah penantian panjang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo akhirnya resmi menyalurkan insentif bagi para pendidik nonformal tersebut.

Kepastian ini ditandai dengan ditandatanganinya Surat Keputusan (SK) insentif oleh Bupati Sidoarjo, Subandi.

Berdasarkan data Education Management Information System (EMIS), tercatat sebanyak 5.623 guru ngaji dan TPQ di Sidoarjo berhak menerima insentif.

Masing-masing guru akan memperoleh dana sebesar Rp350.000. Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan Pemkab Sidoarjo mencapai Rp23,6 miliar.

Saat ini, proses pencairan tengah dipersiapkan dan diharapkan dalam waktu dekat dana tersebut dapat diterima langsung oleh para penerima manfaat.

BACA JUGA: Viral! Guru Ngaji Diduga Diusir Lurah Talang Betutu Saat Urus Validasi Meteran Mushola

Kebijakan ini bukan sekadar kabar baik dari sisi ekonomi, melainkan juga menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan keagamaan.

Guru ngaji dan TPQ selama ini dikenal sebagai garda terdepan dalam pembinaan akhlak, moral, dan karakter religius masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan sosial budaya yang semakin kompleks, peran mereka justru semakin penting.

Namun, tak bisa dimungkiri, dedikasi para guru ngaji kerap berjalan dalam keterbatasan, baik sarana, prasarana, maupun dukungan finansial.

Oleh karena itu, insentif ini dinilai sebagai bentuk apresiasi nyata atas pengabdian mereka.

Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa kebijakan pemberian insentif tersebut memiliki makna strategis.

BACA JUGA: Akhirnya Cair! Pemerintah Umumkan Jadwal TPG 100 Persen, THR Guru dan Gaji ke-13: Catat Tanggal Penting Ini Sebelum Terlambat!

Menurutnya, membangun daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan karakter dan moral generasi muda.

“Sebagai pimpinan daerah, kami memiliki tanggung jawab membangun pondasi anak bangsa. Pendidikan agama adalah bagian penting dari terwujudnya cita-cita besar Indonesia,” ujar Subandi, Kamis (18/12/2025).

Ia menambahkan, guru ngaji dan TPQ memiliki peran yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.

Nilai tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk pengaruh negatif dari lingkungan sosial maupun perkembangan teknologi.

Menurut Subandi, insentif ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para guru ngaji dalam menjalankan tugas mulianya.

Lebih dari itu, kebijakan ini juga menjadi pesan kuat bahwa Pemkab Sidoarjo hadir dan peduli terhadap pendidikan nonformal, yang selama ini sering luput dari sorotan.

BACA JUGA: Napas Lega Guru Jelang Tutup Tahun! TPG 100 Persen, THR dan Gaji ke-13 Dipastikan Cair Sebelum Nataru

“Ini bukan hanya soal bantuan uang. Ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi, keikhlasan, dan peran besar para guru ngaji dalam membentuk karakter masyarakat Sidoarjo,” tegasnya.

Kebijakan insentif tersebut juga diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan Alquran.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, minat untuk menjadi guru ngaji atau mengelola TPQ di lingkungan masing-masing diyakini akan meningkat.

Bagi banyak guru ngaji, insentif ini memang tidak sebanding dengan besarnya pengabdian yang telah mereka berikan.

Namun, perhatian dari pemerintah menjadi suntikan motivasi yang sangat berarti.

Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, insentif ini juga menjadi pengakuan atas eksistensi dan kontribusi mereka di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Resmi! BSU Guru Madrasah Non-ASN 2025 Segera Cair, Ini Syarat Lengkap dan Peran Penting Kanwil Kemenag

Pemkab Sidoarjo sendiri menilai pendidikan Alquran sebagai fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berkarakter kuat.

Pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini diyakini mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Kebijakan ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Tidak hanya melalui jalur pendidikan formal, tetapi juga melalui jalur nonformal yang berakar langsung di tengah masyarakat.

Ke depan, Pemkab Sidoarjo berharap sinergi antara pemerintah, guru ngaji, TPQ, dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Dengan demikian, visi Sidoarjo sebagai daerah yang religius, berkarakter, dan berdaya saing dapat terwujud secara berkelanjutan.

BACA JUGA: Feyenoord Pertahankan Rekor Sempurna Usai Kalahkan Heerenveen 1-0

“Kami berharap Sidoarjo tumbuh sebagai daerah yang religius dan berkarakter kuat,” pungkas Subandi.

Dengan pencairan insentif yang tinggal menunggu waktu, ribuan guru ngaji dan TPQ di Sidoarjo kini bisa bernapas lega.

Lebih dari sekadar bantuan finansial, kebijakan ini menjadi simbol pengakuan dan penghargaan atas peran penting mereka dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan moral di Bumi Delta. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.