Categories: Artikel Nasional Pendidikan

Sering Sakit Hati karena Omongan Orang? Abu Marlo Ungkap Penyebab yang Bikin Merenung

JAKARTA, LINTANGPOS.com – Perkataan buruk dari orang lain sering kali membuat seseorang merasa sakit hati.

Namun, melalui sebuah percakapan reflektif, Abu Marlo dan Sandra Novita membahas sudut pandang berbeda tentang alasan di balik munculnya rasa sakit tersebut.

Dalam reminder tersebut, Abu Marlo menanyakan kepada Sandra apakah dirinya akan merasa sakit hati jika namanya dijelek-jelekkan orang lain.

“Sakit,” jawab Sandra.

Abu Marlo kemudian memberikan ilustrasi sederhana tentang luka fisik.

BACA JUGA: Amirah Zerlett Seraj Angkat Fenomena “Hampir Berhasil”, Mengapa Juara Dua Bisa Terasa Lebih Menyakitkan?

Menurutnya, ketika bagian tubuh yang tidak memiliki luka disentuh, seseorang tidak akan merasakan sakit. Namun, jika bagian yang terluka disentuh, rasa sakit akan langsung terasa.

Dari ilustrasi itu, Abu Marlo menjelaskan bahwa hal serupa juga bisa terjadi pada luka emosional.

Menurutnya, orang lain sebenarnya hanya menjadi trigger atau pemicu yang “menekan tombol” dari luar.

Sementara rasa sakit yang muncul berasal dari luka yang mungkin sudah ada di dalam diri.

BACA JUGA: Belasan Siswa Sekolah Rakyat Dirawat di Rumah Sakit? Ini Kata Kadinsos Empat Lawang 

Ia mengibaratkannya seperti seseorang yang menekan bel rumah. Tombol bel ditekan dari luar, tetapi bunyinya terdengar dari dalam.

“Semua omongan orang yang membuat kita luka, lukanya sudah ada di dalam. Mereka hanya push the button untuk menyadari bahwa kita punya luka,” menjadi inti refleksi yang disampaikan Abu Marlo.

Sandra Novita Akui Mudah Terpicu

Sandra Novita mengaku percakapan tersebut cukup relevan dengan dirinya. Ia menyadari bahwa dirinya termasuk pribadi yang cukup mudah terpicu, cepat marah, bahkan terkadang mengalami ledakan emosi.

BACA JUGA: Pulo Mas Bangkit! Musim Tanam Baru Siap Curi Perhatian Wisatawan

Menurutnya, seseorang yang dianggap menyebalkan mungkin memang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan.

Namun, reaksi berlebihan bisa saja muncul karena adanya trauma atau luka emosional yang belum selesai.

Page: 1 2

Legina Ainil Valensi

Recent Posts

  • Berita

Diduga Halangi Penyidikan, Oknum Kades di Empat Lawang Jadi Tersangka Obstruction of Justice

Polres Empat Lawang menetapkan seorang oknum kepala desa di Kecamatan Lintang Kanan sebagai tersangka kasus…

2 hari ago
  • Berita

Kapolres Empat Lawang Ungkap Kasus Karhutla, Dua Orang Jadi Tersangka

Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi mengungkap kasus dugaan karhutla di Desa Seguli Kecil…

2 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

Darli Berharap Barang Bukti Narkoba Terus Berkurang di Empat Lawang

Ketua DPRD Empat Lawang Darli berharap jumlah barang bukti ganja dan sabu-sabu terus menurun serta…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Pencurian Sawit Ditindak, Satu Terduga Pelaku Diamankan

Polsek Tebing Tinggi mengamankan seorang pria terkait dugaan pencurian 20 janjang sawit senilai Rp1,2 juta…

3 hari ago
  • Berita

Kejari Empat Lawang Musnahkan Barang Bukti

Kejaksaan Negeri Empat Lawang memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum…

3 hari ago
  • Berita

Joncik Minta Kejari Kaji HGU Perkebunan di Empat Lawang

Bupati Joncik Muhammad meminta Kejari Empat Lawang mengkaji persoalan HGU perkebunan dan membantu optimalisasi BPHTB…

4 hari ago