Ahmad Toha yang juga dihadirkan sebagai saksi mengaku ditawari proyek oleh Nopriansyah pada awal 2025.
Dalam pertemuan di rumah Nopriansyah di Baturaja, dirinya diminta komitmen fee 20 persen. “Saya bilang, itu besar sekali fee-nya,” ucap Toha.
Lebih lanjut, Toha juga mengungkap kedekatannya dengan Bupati OKU Tedy Meilwansyah sejak 2016, termasuk keterlibatannya sebagai relawan dalam Pilkada 2024.
Ia berharap keterlibatannya bisa membuka jalan untuk mendapatkan proyek.
Sementara itu, JPU KPK menyatakan keempat terdakwa didakwa menerima uang suap sebesar Rp3,7 miliar terkait pengesahan APBD OKU tahun 2025.
Uang itu disebut berasal dari sejumlah pengusaha proyek pokir DPRD tahun anggaran 2024–2025. (*/red)







