Siswa Sekolah Rakyat Cedera, Keluarga Minta Keadilan

oleh -358 Dilihat
oleh
Kondisi korban dugaan perundungan saat di rumah orang tuanya, kemarin. Foto: Istimewa

Dalam perjalanan menuju asrama, korban mengaku dicegat oleh sejumlah siswa.

BACA JUGA: Prestasi Membanggakan, Justine Ravendra Raih Bujang Harapan II Putra Putri Sriwijaya 2026

Menurut keterangan yang disampaikan kepada keluarga, terjadi tindakan kekerasan dalam peristiwa tersebut hingga menyebabkan tangan kanan korban mengalami cedera.

Keluarga kemudian mengetahui bahwa berdasarkan pemeriksaan medis, terdapat pergeseran pada bagian engsel tangan korban atau cedera yang disebut sebagai patah pada bagian tersebut.

Kondisi tersebut membuat keluarga meminta persoalan ditangani secara serius. Mereka ingin mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi serta memastikan hak dan perlindungan terhadap korban sebagai anak tetap terpenuhi.

“Kami sebagai keluarga tentu meminta keadilan. Anak ini datang ke Sekolah Rakyat untuk belajar, bukan untuk mendapatkan perlakuan seperti ini,” kata Tomi.

BACA IUGA: Sekolah Rakyat Empat Lawang Bidik Kapasitas hingga 2.000 Peserta Didik

Keluarga juga menyatakan akan menempuh jalur hukum dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Langkah itu dinilai penting agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diperiksa secara objektif, termasuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat serta memastikan tidak ada informasi yang terlewat.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang, Suparno, M.Pd.Gr., membenarkan adanya peristiwa yang terjadi pada Kamis malam, 10 September 2026.

Suparno menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Menurutnya, setelah peristiwa berlangsung, wali asrama segera melerai dan mengamankan anak-anak yang terlibat.

BACA JUGA: Dari Keluarga Miskin Menuju Masa Depan, Ini Harapan Joncik untuk 270 Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang

“Salah satu peserta didik yang mengalami luka juga segera dibawa untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Suparno.

Pihak sekolah menyatakan saat ini memprioritaskan kondisi serta perlindungan seluruh anak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Sekolah juga mengaku terus berkomunikasi dengan keluarga dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menangani persoalan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.