Ringkasan Berita:
° Isu perubahan skema pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) 2026 menjadi bulanan kian ramai.
° Pemerintah menyiapkan alur baru mulai dari Dapodik hingga Kemenkeu.
° Jika validasi rampung, pencairan diprediksi dimulai Maret 2026.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) 2026 kini menjadi topik hangat di kalangan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Bukan tanpa alasan, isu yang beredar menyebutkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan perubahan besar dalam skema pencairan TPG, dari yang sebelumnya dibayarkan setiap triwulan menjadi setiap bulan.
Kabar ini sontak menyita perhatian para guru, baik PNS maupun PPPK, karena berkaitan langsung dengan stabilitas ekonomi dan perencanaan keuangan rumah tangga.
Jika benar terealisasi, skema bulanan dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan guru di tengah meningkatnya biaya hidup.
Skema Lama: Triwulan yang Kerap Bikin Deg-degan
Sebagai pengingat, pada tahun 2025 pencairan TPG masih dilakukan setiap tiga bulan sekali atau per triwulan.
BACA JUGA: TPG THR 100 Persen Akhirnya Cair! Bukan Isapan Jempol, Ini Buktinya!
Pola ini kerap menimbulkan keluhan, terutama saat terjadi keterlambatan akibat kendala administrasi atau validasi data.
Tak sedikit guru yang harus menunggu lebih lama hanya karena masalah sinkronisasi data di Dapodik atau status validasi Info GTK yang belum sesuai.
Akibatnya, TPG yang sejatinya menjadi penopang kesejahteraan justru sering datang tidak tepat waktu.
Isu TPG 2026 Cair Bulanan: Harapan Baru Guru
Mengacu pada informasi yang dihimpun dari Pojoksatu.id, pemerintah tengah menyiapkan alur pencairan TPG 2026 dengan pendekatan baru.
Salah satu poin krusialnya adalah prediksi pencairan setiap bulan, yang disebut-sebut mulai diterapkan pada Maret 2026.
Meski belum diumumkan secara resmi dalam bentuk regulasi tertulis, sinyal perubahan ini cukup kuat dan membuat para guru mulai bersiap sejak dini, terutama dalam hal kelengkapan dan keakuratan data.
Alur Pencairan TPG 2026: Lebih Ketat, Lebih Terintegrasi
Perubahan skema pencairan otomatis berdampak pada alur dan tahapan penyaluran TPG.
Pemerintah disebut akan menerapkan sistem yang lebih terintegrasi lintas lembaga guna meminimalisasi kesalahan data.
Berikut alur lengkap pencairan TPG 2026:
1. Pemutakhiran dan Sinkronisasi Dapodik
Tahap awal dimulai dari sekolah. Operator sekolah memiliki peran vital dalam melakukan pemutakhiran serta sinkronisasi data Dapodik.
Data guru, jam mengajar, rombongan belajar, hingga status kepegawaian harus benar-benar akurat.
Kesalahan kecil pada tahap ini bisa berakibat fatal pada proses pencairan berikutnya.
2. Verifikasi Melalui Sistem Info GTK
Data yang sudah disinkronkan akan diverifikasi melalui sistem Info GTK.
Di sinilah status validasi guru ditentukan, apakah memenuhi syarat menerima TPG atau masih memerlukan perbaikan data.
BACA JUGA: Dibilang Bonus, Kok Berasa Hukuman? Guru Curhat Pahitnya TPG 100% yang Tak Kunjung Cair
Guru dianjurkan aktif mengecek akun Info GTK masing-masing untuk memastikan tidak ada keterangan “belum valid” atau “perlu perbaikan”.
3. Integrasi Data dengan BPJS
Tahap berikutnya adalah integrasi data Dapodik dengan BPJS.
Proses ini bertujuan untuk memeriksa beban kerja guru, kehadiran, serta status kepegawaiannya. Integrasi lintas sistem ini disebut menjadi kunci akurasi data pada skema bulanan.
4. Penetapan Validasi oleh Simtun Pusat
Setelah semua data terintegrasi, Simtun Pusat akan menetapkan status validasi akhir berdasarkan Info GTK.
BACA JUGA: Warning! TPG Bulanan 2026 Bisa Picu Kekacauan Besar Jika Sekolah Telat Berbenah
Tahap ini sekaligus menjadi konfirmasi terakhir sebelum rekomendasi pencairan diterbitkan dan dikirimkan ke Kementerian Keuangan.
5. Penyaluran oleh Kemenkeu Melalui KPPN
Tahap terakhir adalah proses penyaluran dana TPG oleh Kementerian Keuangan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di masing-masing wilayah.
Jika skema bulanan benar diterapkan, proses ini akan dilakukan rutin setiap bulan.
Jadwal Pencairan: Mengapa Baru Maret?
Menurut informasi yang beredar, pencairan TPG per bulan diprediksi baru dimulai pada Maret 2026.
BACA JUGA: Lulus PPG Tapi TPG Tak Cair? Ini Alasan Mengejutkan Mengapa NUPTK Jadi Penentu Utama di 2025!
Alasannya cukup teknis namun krusial. Bulan Januari masih difokuskan pada proses validasi dan sinkronisasi data, sementara proses tersebut diperkirakan rampung pada Februari 2026.
Setelah seluruh data dinyatakan valid dan terintegrasi, barulah pemerintah dapat menyalurkan TPG secara rutin dan terjadwal.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski terdengar menjanjikan, skema pencairan bulanan tentu tidak lepas dari tantangan.
Konsistensi data, kesiapan sistem, serta koordinasi antarinstansi menjadi faktor penentu keberhasilan kebijakan ini.
Namun di sisi lain, guru berharap perubahan ini bukan sekadar wacana.
BACA JUGA: Tiga Perwira Dirotasi! Langkah Berani Polres OKU Timur Dinilai Kerek Kualitas Pelayanan Publik
Jika benar diterapkan, pencairan TPG setiap bulan dinilai lebih manusiawi dan realistis, sekaligus mencerminkan komitmen negara dalam meningkatkan kesejahteraan pendidik.
Kini, bola ada di tangan pemerintah. Sementara itu, para guru diimbau untuk proaktif memastikan data Dapodik dan Info GTK tetap valid agar tidak tertinggal saat kebijakan baru ini resmi diberlakukan. (*/red)





