Upload Foto Menu MBG Bisa Dipidana? Simal Klarifikasi BGN Berikut!

oleh -2133 Dilihat
oleh
Kepala BGN Dadan Hindayana membantah isu pelarangan unggahan menu MBG. Ia menyebut partisipasi publik justru membantu pengawasan dan evaluasi program. (*/IST)

Di sinilah, unggahan masyarakat di media sosial menjadi semacam “mata tambahan” yang memberi gambaran nyata kondisi di lapangan.

“Unggahan masyarakat memudahkan kami di BGN pusat untuk melihat kualitas layanan SPPG. Itu menjadi masukan langsung bagi kami untuk evaluasi,” tegas Dadan.

Dalam praktiknya, foto atau video menu yang dibagikan orang tua maupun siswa dapat menjadi indikator visual atas kualitas, variasi, hingga kelayakan penyajian makanan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian dengan standar, BGN dapat segera melakukan penelusuran dan pembinaan kepada pihak terkait.

BACA JUGA: Mulai Februari Pegawai SPPG Jadi PPPK, Nasib Guru Honorer Kembali Dipertanyakan

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengawasan program publik kini tak lagi sepenuhnya bersifat satu arah.

Media sosial, yang kerap dipandang sebagai ruang gaduh, justru bisa menjadi kanal partisipatif untuk menjaga mutu layanan negara.

Transparansi bukan sekadar slogan, melainkan mekanisme kerja yang melibatkan masyarakat sebagai mitra.

Dadan juga menekankan bahwa BGN terbuka terhadap kritik konstruktif.

Selama disampaikan secara bertanggung jawab, masukan dari publik dinilai sebagai energi perbaikan, bukan ancaman.

Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk mendokumentasikan menu MBG, selama tidak disertai informasi yang menyesatkan atau manipulatif.

BACA JUGA: BGN Kunci SOP: Mobil Mitra SPPG Tak Boleh Masuk Pekarangan Sekolah!

Isu ini sekaligus menjadi pengingat penting tentang literasi digital. Informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat berubah menjadi kesimpulan kolektif.

Karena itu, klarifikasi resmi seperti yang disampaikan BGN menjadi krusial agar publik tidak terjebak dalam asumsi.

Di tengah komitmen pemerintah meningkatkan kualitas gizi anak melalui MBG, transparansi dan kolaborasi publik menjadi kunci.

Bagi BGN, unggahan menu di media sosial bukan pelanggaran, melainkan bagian dari kontrol sosial yang sehat.

Pada akhirnya, yang paling utama adalah memastikan setiap porsi makanan yang diterima siswa benar-benar memenuhi standar gizi dan kualitas yang dijanjikan.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search