Ringkasan Berita
° Aksi warga mandi lumpur di jalan rusak Desa Rengas II jadi viral dan mendorong Wakil Bupati Ogan Ilir memerintahkan PUPR melakukan penanganan cepat.
° Enam titik rusak akan diperbaiki sementara meski anggaran akhir tahun terbatas.
OGAN ILIR, LINTANGPOS.com – Aksi protes tak biasa yang dilakukan warga Desa Rengas II, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, kembali menyorot buruknya infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Seorang warga bernama Teddy Etet Suhandi—akrab disapa Mang Etet—mengunggah video dirinya masuk ke kubangan lumpur di jalan penghubung Payaraman–Rengas, hingga viral di media sosial.
Video dan foto yang diunggah Mang Etet pada Jumat, 5 Desember 2025 itu memperlihatkan parahnya kerusakan jalan. Dalam rekamannya, ia melontarkan kalimat bernada satire.
“Inilah jalan kita pemirsa, terbaik di Ogan Ilir, mantap maknyos,” sampainya sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan pemerintah.
Viralnya aksi tersebut membuat Wakil Bupati Ogan Ilir, H Ardani, turun langsung ke lokasi.
Ia meninjau jalan rusak bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada Sabtu, 6 Desember 2025.
BACA JUGA: Jalan Cor Putus 50 Meter! Anak Sekolah Terpaksa Putar Arah, Saat Banjir Naik Perahu
“Kemarin saya tinjau bersama Dinas PUPR, dan mudah-mudahan Senin sudah bisa ditanggulangi,” ujar Ardani kepada wartawan, Sabtu (6/12/2025).
Menurut hasil peninjauan, terdapat sedikitnya enam titik jalan yang mengalami kerusakan parah dan membutuhkan penanganan segera.
Meski demikian, Ardani meminta warga memahami kondisi keuangan daerah yang sedang terbatas karena sudah memasuki akhir tahun anggaran.
“Ini sudah akhir tahun dan penganggaran berakhir. Paling tidak kita tanggulangi ala kadarnya dulu,” ucapnya.
Dinas PUPR disebutkan akan melakukan penanganan awal berupa penghamparan batu untuk memperbaiki akses agar dapat dilalui warga.
“Lakukanlah perbaikan sementara terhadap jalan tersebut, asal tidak menyalahi aturan,” tegas Wabup.
Sementara itu, melalui unggahan lainnya, Teddy Etet mengajak warga untuk tidak saling menyalahkan dan tetap berharap perbaikan segera direalisasikan, mengingat kondisi jalan yang semakin membahayakan.
Viralnya aksi protes kreatif tersebut sekali lagi menunjukkan bagaimana suara warga dapat memicu respons cepat pemerintah dalam memperbaiki layanan publik yang esensial. (*/red)






