Dari Pinang Belingkar hingga Pagar Alam
Menurut penuturan Chozali, versi cerita yang berkembang di Pagar Alam menyebut Serunting Sakti sebagai keturunan Dewa Semidang, yang juga dikenal dengan nama Batare, Puyang Panjang, atau Bujang Semidang.
Tokoh tersebut disebut berasal dari Pinang Belingkar, Pagaruyung, Sumatra Barat.
Dalam kisah tersebut, kemudian muncul tokoh bernama Si Badrin, yang dikenal pula sebagai Serunting Sakti, Si Pahit Lidah, atau Si Pengucap. Ia disebut tinggal di kawasan Tangga Manik, di pinggir Sungai Selangis.
Si Badrin dikisahkan sebagai seorang yang gemar bercocok tanam. Ia menanam tebu di kawasan Tebat Muare Telang.
BACA JUGA: Cara Unik Pelajar SMK Empat Lawang Bangun Budaya Literasi
Di tengah kebunnya terdapat sebuah mata air yang tidak pernah kering, bahkan ketika musim kemarau tiba.
Namun, ada satu hal yang membuat Si Badrin penasaran.
Setiap bulan purnama, ia mendengar suara orang mandi di pancuran yang dibuatnya. Rasa ingin tahu akhirnya membuat Si Badrin mengintip.








