Jalan cor penghubung anak sekolah di Kayuagung putus 50 meter. Warga berharap perbaikan cepat karena akses vital ini sudah rusak selama empat tahun, Sabtu (6/12/2025). Foto: Istimewa
° Jalan cor sepanjang 50 meter di Kayuagung putus, memaksa puluhan anak sekolah memutar jauh atau naik perahu saat banjir.
° Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Lurah mengecek lokasi, berharap perbaikan segera dilakukan demi keselamatan dan akses pendidikan anak.
KAYUAGUNG, LINTANGPOS.com – Akses utama berupa jalan cor penghubung sepanjang kurang lebih 50 meter di Kelurahan Kayuagung, Kecamatan Kayuagung, dilaporkan putus sehingga puluhan anak sekolah harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk bisa tiba di sekolah mereka.
Lebih parah lagi, saat hujan tinggi atau banjir, anak-anak terpaksa menggunakan perahu agar bisa tetap berangkat sekolah.
Kondisi memprihatinkan itu dicek langsung oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa Koramil Kayuagung, serta Lurah Kayuagung pada Jumat, 5 Desember 2025.
Aipda Edwin Aldrien SH dari Polsek Kayuagung membenarkan bahwa jalan cor tersebut mengalami kerusakan cukup serius.
“Tadi siang dilakukan pengecekan. Memang benar putus, ada sekitar 50 meteran yang putus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jalan cor tersebut berada di atas area rawa dengan kanan-kirinya merupakan kebun karet warga.
BACA JUGA: Wakil Bupati Bacakan Pidato PGRI, Ungkap Pesan Mengejutkan untuk Guru di Empat Lawang!
Jalur ini selama ini menjadi akses penting bagi anak-anak dari Kayuagung menuju sekolah yang jaraknya sekitar 100–150 meter dari titik kerusakan.
Saat pengecekan, bagian jalan yang masih tersisa pun terlihat sudah goyang dan dinilai layak untuk segera diperbaiki.
“Karena digunakan anak-anak menuju sekolah, maka ini menjadi perhatian pemerintah,” kata Edwin.
Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini tengah memprioritaskan pembangunan sekitar 300 ribu jembatan atau akses pendidikan anak Indonesia, sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Kerusakan jalan ini ternyata bukan baru terjadi. Menurut Edwin, kondisi putus tersebut telah berlangsung sekitar empat tahun.
Selama itu pula, anak-anak dan warga terpaksa menggunakan perahu di musim banjir, atau berjalan memutar melalui jalur lain yang lebih jauh.
BACA JUGA: Perum BULOG dan Pemkab Muara Enim Tandatangani MoU Pembangunan Infrastruktur Pascapanen
“Jalan cor penghubung ini juga berbatasan dengan Desa Tanjung Serang dan Teloko. Kanan-kiri jalan ini kebun karet warga,” jelasnya.
Page: 1 2
Polres Empat Lawang menetapkan seorang oknum kepala desa di Kecamatan Lintang Kanan sebagai tersangka kasus…
Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi mengungkap kasus dugaan karhutla di Desa Seguli Kecil…
Ketua DPRD Empat Lawang Darli berharap jumlah barang bukti ganja dan sabu-sabu terus menurun serta…
Polsek Tebing Tinggi mengamankan seorang pria terkait dugaan pencurian 20 janjang sawit senilai Rp1,2 juta…
Kejaksaan Negeri Empat Lawang memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum…
Bupati Joncik Muhammad meminta Kejari Empat Lawang mengkaji persoalan HGU perkebunan dan membantu optimalisasi BPHTB…