Kabut Asap Sumsel Ancam Penghasilan PKL dan UMKM

oleh -199 Dilihat
oleh
Wagub H Cik Ujang saat mengikuti diskusi publik bertema “Kabut Asap dan Nasib Ekonomi Rakyat” yang digelar DPW Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Sumsel di Palembang, Kamis (17/9/2026). Foto: doc. Pemprov Sumsel

Situasi ini memperlihatkan bahwa kabut asap dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas hingga perdagangan.

Bagi PKL dan UMKM, gangguan aktivitas tersebut menjadi perhatian karena sebagian usaha bergantung pada pergerakan masyarakat setiap hari.

Pemprov Dorong Solusi Ekonomi

BACA JUGA: Sumsel Perketat Karhutla, Satgas Darat Jadi Ujung Tombak

Cik Ujang berharap diskusi yang digelar APKLI Sumsel tidak berhenti pada pembahasan dampak, tetapi menghasilkan strategi adaptasi dan mitigasi yang dapat diterapkan.

Pemprov Sumsel berharap ada solusi konkret untuk menjaga ketahanan ekonomi pedagang kecil selama ancaman kabut asap masih berlangsung.

Menurutnya, perlindungan terhadap ekonomi rakyat perlu berjalan bersamaan dengan upaya penanganan persoalan kabut asap.

Dengan demikian, penanganan kabut asap tidak hanya diarahkan untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mempertahankan aktivitas ekonomi masyarakat kecil yang bergantung pada ruang publik.

BACA JUGA: Cegah Karhutla, OKU Selatan Perkuat Peran Masyarakat

Forum APKLI tersebut menjadi ruang bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk membicarakan bagaimana roda ekonomi tetap berjalan ketika kondisi lingkungan membatasi aktivitas masyarakat. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.