Polisi Ungkap Kelicikan Bripda Waldi, Pembunuh Dosen Wanita di Bungo

oleh -130 Dilihat
Kasus pembunuhan dosen wanita di Bungo, Jambi, oleh anggota polisi Bripda Waldi, mengungkap sisi licik pelaku yang berusaha menghapus jejak dengan cara cermat. Polisi kini menyelidiki lebih lanjut motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Foto: dok/ist

Ringkasan Berita
° Polisi mengungkap kelicikan Bripda Waldi (22), anggota Propam Polres Tebo, pelaku pembunuhan dosen EY (37) di Bungo.

° Pelaku membersihkan jejak, mencuri harta korban, memakai wig, dan membalas pesan korban.

° Polisi kini menunggu hasil autopsi untuk memastikan motif dan dugaan pemerkosaan.


Jambi, LintangPos.com Polisi akhirnya berhasil mengungkap sederet fakta mengejutkan di balik kasus pembunuhan dosen wanita berinisial EY (37) di Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.

Pelaku diketahui adalah Bripda Waldi (22), anggota Bintara Propam Polres Tebo, yang dikenal licik dan berusaha menghilangkan jejak setelah menghabisi korban.

Jasad korban ditemukan warga pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 13.00 WIB di rumahnya.

Polisi segera membentuk tim khusus untuk melacak keberadaan pelaku.

Kurang dari 24 jam kemudian, pelaku berhasil diamankan di wilayah Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, pada Minggu (2/11/2025).

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyoo mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil kerja teliti penyidik dalam menelusuri petunjuk yang mengarah ke pelaku.

BACA JUGA: Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Dosen di Bungo Ditangkap Polisi

“Pelaku ini ulet dan licik, pantang mengakui perbuatannya meski bukti kuat sudah mengarah padanya,” ujar Natalena.

Menurut polisi, Waldi sempat membersihkan jejak di TKP, serta membawa kabur sejumlah barang milik korban, termasuk iPhone, perhiasan, mobil Honda Jazz, dan motor Honda PCX.

Barang-barang tersebut kini telah diamankan polisi, sementara motor korban ditemukan di area parkir RS Hanafie Bungo.

Lebih lanjut, pelaku juga menggunakan wig atau rambut palsu untuk menyamarkan identitasnya.

Fakta ini terungkap dari rekaman CCTV serta keterangan saksi-saksi di sekitar rumah korban.

“Pelaku menggunakan wig agar terlihat berbeda. Dari kesaksian warga, sosok yang keluar dari rumah korban terlihat berambut gondrong,” jelas Kapolres.

BACA JUGA: Polisi Sita 1,7 Kg Emas Ilegal di Jambi, Tiga Pengepul Jadi Tersangka

Tak hanya itu, polisi menemukan indikasi bahwa pelaku sempat membalas pesan WhatsApp sahabat korban menggunakan ponsel korban, padahal korban diduga sudah meninggal saat itu.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku mencoba mengelabui pihak luar agar kematian korban tak segera terungkap.

Saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Polda Jambi.

Berdasarkan hasil visum sementara, ditemukan luka lebam di wajah, leher, bahu, dan kepala korban, serta indikasi adanya dugaan kekerasan seksual, karena ditemukan cairan sperma di celana korban.

Polisi masih terus melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. (*/red)