Puluhan Ibu-Ibu Tertipu Skema Mitra MBG: Janji Manis Hilang, Uang Rp 500 Juta Raib!

oleh -84 Dilihat
oleh
Puluhan ibu-ibu di Palembang melapor ke Polda Sumsel setelah tertipu skema mitra MBG dengan kerugian Rp 500 juta. Terlapor menghilang usai menerima dana, Rabu (19/11/2025). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Puluhan ibu-ibu di Palembang menjadi korban dugaan penipuan mitra MBG dengan total kerugian Rp 500 juta.

° Terlapor Sutio Putra menawarkan kemitraan program gizi gratis, namun setelah uang disetor, ia menghilang.

° Kasus telah dilaporkan ke Polda Sumsel.


PALEMBANG, LINTANGPOS.com – Puluhan ibu-ibu di Palembang, Sumatera Selatan, mendadak berubah dari peserta program pemberdayaan menjadi korban penipuan setelah janji manis kemitraan “Makan Bergizi Gratis” (MBG) tak kunjung terwujud.

Harapan untuk terlibat dalam program penyediaan makanan sehat itu kini berganti menjadi tumpukan kekecewaan—dan kerugian hampir Rp 500 juta.

Kisah ini mencuat setelah para korban, yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan penyedia jasa katering, melapor ke Mapolda Sumsel pada Selasa (18/11/2025).

Mereka merasa telah dijebak oleh seorang pria bernama Sutio Putra, yang mengaku sebagai marketing dari Mitra Bakul Digital (MBD).

Dari 25 korban yang memberi kuasa hukum, semuanya mengaku menyetor uang kepada terlapor dalam jumlah bervariasi.

Menurut kuasa hukum para korban, Anton Nurdin, persoalan bermula pada Desember 2024 saat Program MBG mulai diperkenalkan di Sumsel.

BACA JUGA: PNS Nyamar Jadi Jaksa, Tipu Pejabat Pakai Seragam Kejaksaan — Kini Siap Disidang!

Sutio datang dari Jakarta, menggelar seminar, dan menawarkan peluang bisnis menggiurkan: menjadi mitra resmi pelaksanaan MBG.

Para peserta dijanjikan peran strategis serta potensi keuntungan dari operasional program tersebut.

“Korban diajak menjadi mitra MBG, tapi harus bayar DP dulu. Total dana yang masuk ke rekening terlapor sekitar Rp 500 juta,” ujar Anton saat ditemui di SPKT Polda Sumsel.

Skema yang dijalankan terlapor tampak tersusun rapi.

Para peserta diminta membayar berbagai biaya: mulai dari uang operasional Rp 2,6 juta, pembuatan PT sebesar Rp 4,5 juta, hingga biaya pendaftaran anggota MBD sebesar Rp 30 juta.

Semua pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening pribadi terlapor.

BACA JUGA: Pria di OKU Timur Tipu Remaja dengan Dalih Pengobatan Mistis, Kini Ditahan Polisi

Namun setelah uang berpindah, realita pahit muncul.

Tidak ada satupun janji yang terealisasi. Program kemitraan tak berjalan, fasilitas yang dijanjikan tak muncul, dan yang paling mencolok—Sutio Putra menghilang tanpa jejak.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mukmin Wijaya, membenarkan laporan telah diterima pihaknya.

“Saat ini laporan sedang dipelajari penyidik untuk proses lebih lanjut. Dugaan sementara mengarah pada penipuan dan penggelapan,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Dari keterangan kuasa hukum, seluruh korban ditipu melalui seminar yang dikemas meyakinkan, hingga mereka percaya pada janji bahwa mereka akan mendapat “titik” proyek MBG di berbagai wilayah Sumsel.

Kini, para penyidik Polda Sumsel tengah menelusuri keberadaan terlapor dan menelaah bukti yang telah diserahkan korban.

BACA JUGA: Oknum Mahasiswi Ditangkap Polisi, Diduga Tipu Rp 18,3 Juta Lewat Arisan Fiktif

Sementara itu, para ibu-ibu yang menjadi korban berharap uang mereka kembali dan pelaku segera diproses sesuai hukum.

Di balik berita ini, tersisa satu pesan besar: mimpi untuk maju melalui program kemitraan bisa berubah jadi jebakan ketika janji terlalu indah untuk dipercaya. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.