Si Badrin memiliki kebun tebu di kawasan Tebat Muare Telang.
Di tengah kebun tersebut terdapat mata air yang tidak pernah kering, bahkan ketika musim kemarau.
Mata air itu kemudian dimanfaatkan Si Badrin untuk membuat pancuran.
Namun, ia mulai curiga karena pancuran tersebut ternyata digunakan seseorang ketika malam bulan purnama.
Suatu malam, rasa penasaran membuat Si Badrin mengintip dari kejauhan.
Ia terkejut ketika mengetahui bahwa yang mandi di pancuran tersebut adalah tujuh perempuan yang dipercaya sebagai bidadari dari kayangan.
Si Badrin kemudian menggunakan akalnya untuk mengambil salah satu selendang milik bidadari.
Selendang itu disembunyikannya di bawah tiang bumbungan rumah.
Akibat kehilangan selendang, bidadari bungsu tidak dapat kembali ke kayangan bersama saudara-saudaranya.
Dalam perjalanan cerita, bidadari tersebut kemudian menikah dengan Si Badrin.
Selendang yang Melahirkan Tari Kebagh
Kehidupan rumah tangga Si Badrin dan bidadari bungsu tidak berlangsung tanpa persoalan.
Ketika usia kehamilan bidadari bungsu memasuki masa tua, Si Badrin justru tertarik kepada perempuan lain bernama Putri Bimbang Ati.







