Status Siaga! Muba Dikepung Ancaman Cuaca Ekstrem hingga 2026, Warga Diminta Siap Setiap Saat

oleh -84 Dilihat
oleh
Muba menetapkan siaga darurat hidrometeorologi hingga Mei 2026. Enam kecamatan dipantau ketat, warga diminta waspada terhadap cuaca ekstrem. Foto: Ilustrasi

Ringkasan Berita:

° Muba, Sumsel resmi siaga darurat hidrometeorologi hingga Mei 2026.

° BPBD meningkatkan patroli dan memantau enam kecamatan rawan banjir sepanjang Sungai Musi.

° Debit air mulai naik, warga diimbau tetap tenang namun waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.


MUSI BANYUASIN, LINTANGPOS.com – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, kembali berhadapan dengan musim penghujan yang makin tak dapat ditebak.

Pemerintah daerah lewat BPBD Muba menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 31 Mei 2026—sebuah langkah yang tak lagi bisa ditunda melihat rekam jejak bencana dalam beberapa tahun terakhir.

Cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat, angin kencang, hingga potensi banjir, hampir selalu datang tanpa mengetuk pintu. Kepala BPBD Muba, Marko Susanto, mengakui bahwa wilayahnya termasuk yang cukup sering menjadi “langganan” bencana ketika curah hujan meningkat.

“Debit air di Sungai Musi mulai naik, tapi masih dalam batas aman. Kami sudah menempatkan satgas di titik-titik rawan untuk memantau setiap perubahan ketinggian air,” ujar Marko, Selasa (9/12/2025).

Kawasan sepanjang aliran Sungai Musi menjadi fokus utama. Enam kecamatan—Sanga Desa, Lais, Keluang, Babat Toman, Lawang Wetan, hingga Sekayu—tercatat sebagai zona merah selama musim penghujan.

Hampir setiap tahun, daerah-daerah ini menunjukkan kerentanan tinggi terhadap banjir, menjadikannya prioritas mitigasi.

BACA JUGA: Terkuak! Kronologi Penuh Air Mata di Balik Temuan Bayi dalam Kantong Kresek di Muba

Tak hanya memasang personel, BPBD juga memperkuat sosialisasi kepada warga bantaran sungai.

Perlengkapan penanganan cepat telah disiagakan, sementara patroli intensif terutama dilakukan saat malam, ketika perubahan cuaca kerap datang tiba-tiba.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang namun terus waspada. Jika ada kondisi yang dirasa mengancam keselamatan, segera lapor ke petugas terdekat,” tambah Marko.

Dalam lanskap alam Muba yang dikelilingi sungai dan rawa, kesiapsiagaan bukan lagi pilihan—melainkan kebutuhan.

Langit mungkin masih menyimpan tanda tanya, namun upaya untuk tetap selangkah lebih siap kini menjadi kunci utama menjaga keselamatan warga. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.