Ringkasan Berita:
Pemerintah Kota Prabumulih mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai penguatan ekonomi rakyat. Hingga Januari 2026, 11 unit telah berdiri dan 35 lokasi baru disiapkan dengan pendanaan penuh dari pemerintah pusat.
PRABUMULIH, LINTANGPOS.com – Pemerintah Kota Prabumulih terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui pengembangan koperasi berbasis kerakyatan.
Salah satu langkah konkret yang kini digenjot adalah pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di berbagai desa dan kelurahan.
Program yang menjadi bagian dari strategi nasional ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi dari level paling bawah.
Hingga Januari 2026, geliat pembangunan Koperasi Merah Putih di Kota Prabumulih sudah mulai tampak nyata. Sebanyak 11 unit gedung KMP telah berdiri, sementara sejumlah lokasi lainnya masih dalam proses konstruksi.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Prabumulih, H Arlan, saat melakukan peninjauan progres pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di Desa Kemang Tanduk, belum lama ini.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal percepatan program strategis tersebut.
BACA JUGA: Kepala Cabang Koperasi Diduga Bobol Dana Rp1,37 Miliar!
Wali Kota yang akrab disapa Cak Arlan itu menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan instrumen penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dan kelurahan secara berkelanjutan.
“Koperasi Merah Putih ini adalah program strategis nasional. Tujuannya jelas, memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan,” ujar Arlan.
Menurutnya, Pemerintah Kota Prabumulih menargetkan setiap wilayah administratif memiliki satu unit Koperasi Merah Putih.
Dengan demikian, akses masyarakat terhadap layanan ekonomi, permodalan, dan distribusi kebutuhan pokok dapat semakin merata.
“Per Januari ini sudah ada 11 titik Koperasi Merah Putih yang dibangun di desa dan kelurahan di Prabumulih,” katanya.
Pembangunan koperasi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, menyesuaikan kesiapan lahan serta tahapan teknis lainnya.
Untuk memastikan program ini berjalan sesuai target, Pemkot Prabumulih juga telah menyiapkan langkah antisipatif.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 35 titik lahan baru telah disiapkan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih tahap berikutnya.
Lahan-lahan tersebut tersebar di berbagai desa dan kelurahan, sehingga pemerataan pembangunan dapat segera terwujud.
“Lahan sudah tersedia 35 titik. Untuk pendanaan pembangunan gedung, sepenuhnya bersumber dari anggaran pemerintah pusat,” jelas Arlan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian pembangunan agar gedung-gedung koperasi tersebut dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu lokasi yang kini tengah dalam tahap pembangunan fisik adalah Desa Kemang Tanduk.
BACA JUGA: Staf Koperasi di Banyuasin Diduga Gelapkan Rp 1,6 Miliar Demi Trading Kripto, Berakhir di Penjara!
Kepala Desa Kemang Tanduk, Adi Darminto, menyampaikan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih merupakan tanah hibah dari warga.
“Tanah ini hibah dari masyarakat, lalu kami serahkan untuk pembangunan gedung Koperasi Merah Putih. Saat ini proses pembangunan masih berjalan,” ujar Adi.
Ia menjelaskan, pemerintah desa tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran pembangunan gedung tersebut.
Seluruh pembiayaan berasal dari pemerintah pusat, sementara pelaksanaan teknis pembangunan ditangani oleh PT Agrinas.
“Peran desa hanya sebatas penyediaan lahan sesuai ketentuan teknis, minimal berukuran 20 x 30 meter,” tambahnya.
Keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis gotong royong.
BACA JUGA: Buron 8 Bulan, Eks Kepala Koperasi di Banyuasin Ditangkap di Bali Usai Gelapkan Rp209 Juta
Koperasi ini dirancang untuk memangkas mata rantai distribusi yang panjang, sehingga harga kebutuhan pokok dapat lebih stabil dan terjangkau.
Tak hanya itu, Koperasi Merah Putih juga diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tukar petani, membuka peluang lapangan kerja baru, serta menjadi salah satu instrumen penting dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Dalam konsepnya, Koperasi Merah Putih akan berfungsi sebagai pusat layanan ekonomi desa.
Mulai dari penyediaan sembako murah, layanan simpan pinjam, hingga jasa logistik yang terintegrasi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan hadirnya koperasi di setiap desa dan kelurahan, pemerintah berharap roda ekonomi lokal dapat bergerak lebih dinamis dan berkelanjutan.
Program ini juga diyakini mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah tantangan fluktuasi harga dan kondisi ekonomi global.
BACA JUGA: Bupati Empat Lawang Dorong Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih
Melalui percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih, Kota Prabumulih menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang serius membangun ekonomi kerakyatan.
Bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun harapan dan kemandirian ekonomi dari desa untuk Indonesia. (*/red)






