Dari sinilah julukan Si Pahit Lidah semakin melekat pada Serunting Sakti, tokoh yang dipercaya memiliki kekuatan luar biasa pada setiap perkataannya.
Chozali dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang
Jasad Si Badrin kemudian disebut dibawa keluarganya ke puncak bukit di Desa Pelang Kenidai. Di tempat inilah terdapat makam yang diyakini masyarakat sebagai makam Serunting Sakti.
Bagi Chozali, keberadaan makam dan cerita yang menyertainya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Keduanya menjadi bagian dari ingatan budaya masyarakat Pagar Alam.
Kisah Serunting Sakti sendiri telah masuk dalam Sejarah Nasional 1 sebagai legenda yang berkembang di kawasan dataran tinggi atau Bukit Barisan.
Yang membuat cerita ini tetap hidup bukan hanya keberadaan makam atau lokasi-lokasi yang dikaitkan dengannya, tetapi juga masyarakat yang terus menceritakannya kepada generasi berikutnya.
Tradisi semacam inilah yang disebut tradisi lisan, tuturan yang diwariskan secara turun-temurun, termasuk sejarah lisan, dongeng, rapalan, pantun, dan cerita rakyat.
Tradisi lisan menjadi salah satu dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang penting untuk dilestarikan.






