Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan kondisi yang mendukung operasi pemadaman sekaligus mengurangi potensi meluasnya kebakaran.
Pencegahan Jangan Kalah dari Pemadaman
Menko Polkam Djamari Chaniago meminta seluruh kekuatan personel dan peralatan yang tersedia dimanfaatkan secara optimal.
Ia menekankan perlunya pemusatan tenaga pada wilayah prioritas serta mempercepat proses pemadaman ketika titik kebakaran ditemukan.
BACA JUGA: Resmi Disahkan Gubernur! Ini Daftar Lengkap UMK dan UMSK 8 Daerah di Sumsel
Namun, upaya pencegahan juga menjadi perhatian utama agar kebakaran yang sudah ditangani tidak kembali meluas.
“Jangan cepat puas dengan data yang ada. Upaya pencegahan lebih penting daripada penanggulangan,” tegas Djamari.
OKI Jadi Wilayah Prioritas
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turut mengapresiasi peran Satgas Darat Sumsel yang dinilai berkontribusi dalam mengurangi titik kebakaran di wilayah Sumatera Selatan.
Sementara itu, Kasatgas Karhutla sekaligus Danrem Gapo Khabib Mahfud menyampaikan bahwa titik Karhutla terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
BACA JUGA: Herman Deru Dorong Solusi Refinery Ilegal di Muba
Sejumlah wilayah ditetapkan sebagai prioritas penanganan, yakni OKI, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim.
Pemetaan wilayah prioritas tersebut menjadi dasar penguatan personel dan peralatan agar penanganan dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan respons lebih cepat.
Bantuan Peralatan Diserahkan
Dalam peninjauan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan dan peralatan pemadaman kepada regu pemadam Karhutla di Sumatera Selatan.
Penyerahan tersebut ditujukan untuk memperkuat kesiapan petugas di lapangan dalam menghadapi kebakaran maupun melakukan pencegahan agar titik api tidak berkembang.
BACA JUGA: Herman Deru Soroti Masa Depan Transmigrasi, RUU Diminta Bereskan Aset
Kegiatan turut dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Wakapolda Sumsel Rony Samtana dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.





