Categories: Bengkulu Berita Kasus Kepahiang

Otopsi Belum Digelar, Penetapan Tersangka Kematian Gita Dipersoalkan

KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Penanganan kasus meninggalnya Gita Fitri Ramadhani (25), gadis muda asal Desa Batu Bandung, Kabupaten Kepahiang, kembali menjadi sorotan tajam.

Di tengah duka mendalam keluarga, proses penyidikan justru memunculkan pertanyaan serius terkait profesionalitas, kehati-hatian, dan ketepatan prosedur aparat penegak hukum.

Sorotan tersebut mencuat setelah Polres Kepahiang menetapkan seorang pria berinisial MK (57) sebagai tersangka.

MK dijerat dengan Pasal 474 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, terkait dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian.

Namun, penetapan tersangka ini dinilai prematur oleh pihak keluarga dan tim kuasa hukum, mengingat sejumlah fakta penting dinilai belum teruji secara menyeluruh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) diduga baru dilakukan sekitar satu minggu setelah peristiwa kematian Gita terjadi.

BACA JUGA: Otopsi Gita Fitri, Tim Hukum Tuntut Kebenaran Tanpa Celah

Jika informasi ini benar, maka hal tersebut menjadi persoalan mendasar dalam standar penanganan perkara kematian tidak wajar.

Dalam praktik penyidikan, TKP merupakan fondasi utama pembuktian.

Setiap jam yang terlewat berpotensi mengubah kondisi lokasi, menghilangkan jejak penting, dan memengaruhi akurasi rekonstruksi peristiwa.

Keterlambatan olah TKP berisiko menimbulkan berbagai konsekuensi serius, mulai dari perubahan posisi barang bukti, hilangnya jejak biologis, kaburnya kronologi kejadian, hingga terganggunya rantai penguasaan barang bukti atau chain of custody.

Situasi ini diperparah dengan laporan bahwa instalasi listrik yang diduga menjadi sumber sengatan telah dilepas sebelum dilakukan pemeriksaan mendalam.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar bagaimana memastikan hubungan sebab-akibat secara ilmiah jika kondisi awal TKP telah berubah?

BACA JUGA: Tersangka Ditetapkan, Kasus Kematian Gita Fitri Memasuki Babak Baru

Tanpa dokumentasi dan pengamanan TKP sejak awal, konstruksi peristiwa berpotensi berdiri di atas asumsi, bukan fakta yang terverifikasi.

Page: 1 2 3

Redaksi

Share
Tags: Gita Fitri Ramadhani kelalaian menyebabkan kematian kritik SP3 pelemahan penegakan hukum olah TKP otopsi forensik Polres Kepahiang praperadilan

Recent Posts

  • Berita

Kejari Empat Lawang Musnahkan Barang Bukti

Kejaksaan Negeri Empat Lawang memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum…

38 menit ago
  • Berita

Joncik Minta Kejari Kaji HGU Perkebunan di Empat Lawang

Bupati Joncik Muhammad meminta Kejari Empat Lawang mengkaji persoalan HGU perkebunan dan membantu optimalisasi BPHTB…

24 jam ago
  • Berita

Pemkab Empat Lawang dan Kejari Teken Perjanjian Kerja Sama, Perkuat Pendampingan Hukum bagi Sembilan OPD

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama Kejaksaan Negeri Empat Lawang menandatangani PKS bidang Perdata dan Tata…

24 jam ago
  • Empat Lawang
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Yuli Andri Tegaskan JPN Siap Pulihkan Hak Pemkab Empat Lawang

Kajari Empat Lawang Yuli Andri menegaskan kesiapan Jaksa Pengacara Negara mendampingi OPD dan memulihkan hak-hak…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Kasus
  • Sumsel

Polres Empat Lawang Gerebek Kampung Narkoba, Empat Orang Diamankan

Polres Empat Lawang dan BNN menggerebek lokasi dugaan peredaran narkoba di Desa Batu Lintang. Empat…

1 hari ago
  • Berita

Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang

Kajati Sumsel Nurcahyo J. M. mengunjungi Kejari Empat Lawang untuk memantau kinerja, memperkuat koordinasi, dan…

2 hari ago