Ringkasan Berita:
° Kabar gembira datang bagi guru PNS dan ASN bersertifikat pendidik.
° Sepanjang 2025, Tunjangan Profesi Guru (TPG) 100 persen mulai cair di banyak daerah, termasuk THR dan gaji ke-13.
° Realisasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Kabar yang telah lama dinanti para guru akhirnya mulai menemukan titik terang pada tahun 2025.
Setelah bertahun-tahun menjadi topik diskusi hangat di ruang guru, forum daring, hingga media sosial, Tunjangan Profesi Guru (TPG) 100 persen kini dilaporkan telah cair di berbagai daerah di Indonesia.
Bagi guru PNS dan ASN yang telah mengantongi sertifikat pendidik, pencairan ini menjadi angin segar yang terasa nyata, bukan sekadar janji kebijakan di atas kertas.
Sejak pertengahan tahun hingga menjelang akhir 2025, laporan pencairan TPG terus bermunculan dari berbagai kabupaten dan kota.
Tidak hanya tunjangan profesi reguler, sejumlah daerah bahkan telah merealisasikan tambahan berupa TPG 100 persen dalam skema Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13.
Kondisi ini memunculkan optimisme baru bahwa komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan guru mulai diwujudkan secara konkret.
Bagi kalangan pendidik, TPG bukan sekadar tambahan penghasilan.
Di tengah meningkatnya biaya hidup, tunjangan ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga guru.
Mulai dari kebutuhan pendidikan anak, biaya kesehatan, hingga perencanaan keuangan jangka panjang, TPG menjadi salah satu penopang utama.
Tak heran, setiap kabar terbaru terkait pencairan TPG selalu menjadi topik utama pembicaraan di kalangan guru.
Secara kebijakan, TPG 100 persen diberikan kepada guru PNS atau ASN yang telah bersertifikat pendidik dan tidak menerima tunjangan kinerja bulanan atau sejenisnya.
Tambahan tersebut umumnya diwujudkan dalam bentuk THR TPG dan gaji ke-13 TPG, dengan besaran setara satu kali gaji pokok.
BACA JUGA: Akhir Tahun Jadi Berkah! TPG 100%, THR dan Gaji ke-13 Guru Cair Beruntun hingga Desember 2025
Meski demikian, jumlah yang diterima masing-masing guru tetap menyesuaikan golongan dan masa kerja, sehingga nominalnya bisa berbeda-beda.
Sejumlah daerah tercatat menjadi pionir dalam merealisasikan kebijakan ini.
Di Sumatera Utara, misalnya, laporan pencairan TPG 100 persen datang dari berbagai kabupaten.
Kabupaten Padang Lawas menjadi salah satu daerah yang paling disorot karena dinilai konsisten dalam menyalurkan hak guru, mulai dari TPG reguler, THR, hingga gaji ke-13.
Konsistensi ini mendapat apresiasi luas dari para pendidik setempat.
Masih di wilayah Sumatera, Kabupaten Humbang Hasundutan mencuri perhatian karena tidak hanya mencairkan TPG tahun berjalan, tetapi juga melunasi tunggakan dari tahun sebelumnya.
Langkah ini dianggap sebagai bentuk keberpihakan nyata pemerintah daerah terhadap kesejahteraan guru, sekaligus upaya memperbaiki tata kelola keuangan daerah.






