Kasus ini kembali menjadi sorotan publik karena penangkapan dilakukan di momen sakral rapat paripurna, seolah menjadi simbol bahwa hukum tak mengenal panggung politik.
Ogan Ilir pun kembali diuji: apakah ini menjadi awal bersihnya pengelolaan aset negara, atau sekadar satu episode dari drama panjang korupsi daerah. (*/red)







